RSS

Museum PETA

11 Feb

Tanggal 1102-2011 saya dan kawan-kawan berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu museum yang ada di Kota Bogor. Kami mengunjungi Museum PETA atau Pembela Tanah Air yang terletak di Jl. Sudirman, Bogor.

Monumen dan Museum PETA

Ternyata prosedur untuk berkunjung ke museum ini cukup sulit. Jadi, calon pengunjung harus membentuk rombongan dengan jumlah minimal 25 orang. Kemudian mengajukan surat izin kunjungan kepada pihak administrasi museum, baru setelah itu akan dihubungi oleh pihak museum tentang jadwal kunjungan yang tersedia. Selain itu, dibebankan juga biaya administrasi sebesar Rp 2.500 per-orangnya.

Melihat keterangan tersebut, kami yang jumlahnya hanya ber-7 orang saja menjadi pesimis. Museum sedang sepi pengunjung, tidak ada jadwal kunjungan sama sekali hari Jumat ini 11 Februari 2011. Di tengah kebingungan kami, ada seorang laki-laki dengan pakaian berwarna hijau, seragam TNI menghampiri kami. Lalu kami pun menjelaskan bahwa kami mahasiswa dari Depok, sengaja ingin berkunjung ke Bogor dan ingin berkunjung ke beberapa museum di Kota hujan ini. Tanpa disangka, bapak tersebut kemudian mengizinkan kami untuk mengunjungi museum lengkap dengan panduan dari beliau mengenai serajah berdirinya Museum PETA dan sejarah bangsa ini tentang terbentuknya PETA dan peranan tentara PETA dalam mencapai kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerbang Museum

Bangunan museumnya sendiri dibagi menjadi 2 ruangan, dengan total 14 diorama yang terdapat di museum tersebut. Ketika kaki ini memasuki ruangan yang pertama, suasana ruangan masih gelap, kemudian beliau menyalakan lampu dan AC yang ada di ruangan tersebut. Saat itulah saya baru benar-benar mengerti mengapa prosedur kunjungan ke museum tersebut menjadi agak sedikit rumit. Ketika ada kunjungan, museum harus menyalakan lampu yang berjumlah tak sedikit, ada sekitar 500 buah lampu yang harus dinyalakan di museum untuk menerangi diorama-diorama dan beberapa properti museum yang dipajang di ruangan tersebut. Selain itu, beberapa pendingin ruangan juga harus dinyalakan demi kenyamanan pengunjung museum. Dan tentu saja biaya kebersihan dan perawatan gedung, sehingga ada biaya administrasi yang harus ditanggung oleh pengunjung museum.

 

Salah satu diorama

Salah satu diorama

 

Peta persebaran tentara PETA di Pulau Jawa

Peta persebaran tentara PETA di Pulau Jawa

Di dalam museum juga terdapat beberapa koleksi senjata yang dimiliki oleh pasukan PETA dulu dalam melawan tentara Jepang.

Senjata

Bazooka

Luas monumen dan museum PETA sendiri sekitar 1 hektar. Berdiri di sekelilingnya adalah pusat pelatihan ZENI untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan mengenai kemiliteran. Bangunannya telah ada sejak penjajahan Belanda sekitar tahun 1700-an, sehingga tidak heran jika ciri-ciri bangunannya mirip dengan bangunan jaman dulu peninggalan sejarah.

Di halaman belakang museum, terdapat patung Jend. Sudirman berdiri tegak.

Jend. Sudirman

Demikian juga di bagian depan gedung, terdapat patung Jend. Sudirman, Supriyadi, dan beberapa kendaraan atau tank perang PETA.

 

Sudirman

Jend. Sudirman

Supriyadi

Supriyadi

Mendengarkan penjelasan langsung dari pemandu museum yang berasal dari TNI ini, kami seperti kembali ke jaman sekolah dulu, saat membuka buku sejarah yang pastinya kini sudah menjadi sejarah di atas meja belajar kita. Perjuangan para pejuang dan pendahulu kita dalam mencapai cita-cita untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan bangsa asing.

Di bagian terakhir penjelasan beliau, beliau menunjukkan replika bangku yang digunakan oleh Jend. Sudirman ketika sedang sakit. Sebuah kursi rotan dengan bilah-bilah bambu untuk memanggul bangku tersebut. Bapak itu kemudian berkata, “Walaupun badan sedang sakit, namun semangat untuk berjuang tetap harus ada.” Sungguh, saya sendiri jika sedang tidak enak badan, bawaannya ingin istirahat di tempat tidur terus! Tidak ada daya upaya untuk mengerjakan sesuatu yang lainnya selain TIDUR.

Ada satu hal lagi yang membuat jiwa pemuda dalam hati saya tersulut. Di dalam museum, ada beberapa artikel danĀ  poster yang berupa ajakan bagi para pemuda untuk bergabung dalam tentara PETA, salah satu yang menarik hati saya adalah judul artikel yang dimuat di Majalah DJAWA BAROE di tahun 1944, yang bertuliskan “Bangkitlah oentoek Membela Tanah Air!”

Sudahkah saya melakukannya? #SEmangat SKRIPSI!

 
6 Comments

Posted by on February 11, 2011 in Diari

 

6 responses to “Museum PETA

  1. nerazzurri85

    November 30, 2011 at 3:15 pm

    Bisa minta CP Museumnya g?

     
    • ira destiana

      December 10, 2011 at 9:04 am

      Wahh, kebetulan saya gak nyari tau CP museumnya..
      kalau ada kesempatan ke sana lagi (dalam jangka waktu dekat ini), Insya Allah nanti saya cari tau.
      Tolong disebarkan tentang Museum Peta ini yaa, supaya semakin banyak orang yang berkunjung ke museum2 di Bogor.

       
    • ira destiana

      January 7, 2012 at 1:37 pm

      0251-8332768
      Haii, I got it from my friend.
      Hope it is the right number. So you can call them directly. :D

       
  2. alfian

    April 27, 2012 at 3:59 pm

    02518344560

     
  3. nur indah

    March 31, 2013 at 3:48 pm

    selamat sore saya boleh tau tentang SOP tentang pemanduan di museum Peta?

     
  4. Johnk212

    May 11, 2014 at 10:31 pm

    You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be really something which I think I would never understand. It seems too complicated and extremely broad for me. I’m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it! cckfddgadkad

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 411 other followers

%d bloggers like this: