PASAR TRADISIONAL

PASAR TRADISIONAL

Ini adalah kali pertama gue pergi ke pasar becek sendirian pula!!! Pagi-pagi pula!! Gue mau nyari makanan kecil buat quisioner, dan gue bingung mau beli di mana. Kalo gue beli di Bogor, yang ada tuh makanan ancur semua! Kegencet-gencet orang di kereta sarden. Akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke Depok baru…  mungkin akan ada banyak pilihan yang gue dapatkan di sana. Gak taunya, nyampe di Depok Baru jam setengah 8 an… dan gak ada toko makanan ringan yang gue temukan di sana!

Gue tadinya pengen beli di Kerfur aja… tapi, jam segono mana mungkin buka, Nonnn!!!!

Alhasil gue pun berpanas-panas sengsara jalan kaki dari ITC Depok ke Mall Depok!!! Buat nyari pedagang yang berjualan demikian… Lalu, sampai lahh gue di Mall Depok. Gue jalan agak ke dalamnya, lalu gue temukan gerbang kecil bertuliskan “PASAR TRADISIONAL KEMIRI JAYA” KOTA DEPOK…

Yeah… akhirnya gue menemukannya juga! Pasar Trdisional! Karena keyakinan gue berkata bahwa makanan kecil yang digemari anak-anak itu pasti ada di dalam pasar tersebut yang tentunya udah buka jam 8 pagi… Iya, kan iya dong???

Gue cari cari dan cari

cari lagi dan cari lagi…

Berjalan di antara pedagang satu dengan pedagang lainnya. Di atas jalan yang dibasahi sayuran-sayuran bekas dan warnanya yang sudah hitam kotor… Gue gak mau bilang baunya seperti apa. Tapi yang jelas, emang gak bau-bau banget sihhh… Kan bukan pasar ikan! hoho…

Di dalamnya akhirnya gue menemukan apa yang gue cari. Toko-toko kelontong yang diisi dengan berbagai makanan warung. Gue beli cukup banyak! Banyak banget malah! Tangan kanan dan kiri gue udah terisi dengan gembolan makanan ringan, yang untungnya… emang ringan beneran.

Bonnya itulohhh…. hehehe

Setiap gue belanja buat kebutuhan organisasi atau kegiatan apaaaa gitu, gue pasti minta bon atau nota transaksi kan… dan taukah engkau, bahwa nota atau bon yang gue terima adalah secarik kertas tebal, bekas bungkus kardus rokok yang berukuran yang menentu dan beliau, sang pedagang… langsung mencorat-coret robekan kertas itu untuk kemudian tertera apa yang gue beli dan harganya yang harus gue bayarkan… Hahaha,,, tak lupa gue harus meminta tanda tangannya! Rebet bener dah!!! Gimana bisa diterima sama bendahara?? ooo…

Pake nyasar segala…

Ini hal yang paling bodoh!! Jangan lupa untuk menandai jalan masuk anda menuju pasar tradisional agar tidak tersesat kemudian!! Gue ampe harus tanya kebeberapa orang pedagang sampe akhirnya gue bisa keluar dari pintu di mana gue masuk Pasar tersebut.

Salam terakhir dari gue tentang Jalan-jalan di Pasar… “Hati-hati kaki Anda!! Karena bisa jadi tanah yang Anda pijak itu sudah rapuh, dan akibatnya kaki Anda akan terperosok!!” Itu yang sebenernya terjadi juga sama gue… hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s