Apa Menariknya Drama Korea??

Apa Menariknya Drama Korea??

Full House, Boys Before Flower, Coffee Prince, atau Endless Love mungkin sudah sangat sering terdengar dan tidak asing lagi bagi telinga masyarakat Indonesia. Judul-judul serial drama dengan bahasa Inggris itu sebenernya berasal dari Korea Selatan.

Setelah penayangan Endless Love di Indonesia sekitar zaman saya SMP dulu, banyak dari kita yang keranjingan sinetron-sinetron Asia. Bahkan enggak sedikit dari penonton TV justru lebih menyukai drama Korea, Jepang, atau Taiwan ketimbang sinetron produksi dalam negeri sendiri.

Kata anak gaol, “sinetron Indonesia itu lebay!” Hahaha… tapi, gak sedikit juga yang lebih cinta produk dalam negeri, seperti sinetron Cinta Fitri yang ber-season banyak itu. Sebenernya, kalopun mau dibandingin jelas aja berbeda. Budaya antara Indonesia dengan Korea atau negara yang telah menjajah kita dulunya selama 3,5 tahun, Jepang juga berbeda. Sehingga ada sudut pandang yang lain yang sulit untuk disatukan dalam satu view yang sama.  Namun, yang menjadi permasalahan adalah ketika sinetron Indonesia itu malah menjiplak cerita dari sinetron-sinetron drama Korea, Taiwan, Jepang, atau bahkan ada yang niru High School Musical, padahal budaya kedua negara itu aja udah berbeda banget!

Nah, balik lagi dengan pembahasan tentang boomingnya drama Korea di mata penonton dalam negeri. Sebenernya apa sih, yang menarik dari drama Korea dibanding dengan serial drama yang lainnya??

Salah satu alasannya adalah segi cerita. Ide cerita yang original dan sangat membawa nilai-nilai ke-Korea-an membuat kita sebagai penonton luar Korea merasa tertarik dengan apa yang disuguhkan. Sampai-sampai gue tau istilah makanan tradional Korea yang namanya Kimci aja dari drama Korea yang gue tonton. Oia, ceritanya pun tidak berlebihan, sekiranya ada yang terlihat berlebihan, namanya juga drama… jadi harus didramatisasi biar lebih memikat penonton. Tapi, dramatisasinya juga harus yang make sense-lah… gak bisa asal-asalan.

Gak kalah pentingnya adalah wajah menarik oriental yang menghiasi layar kaca saat kita menyaksikan drama Korea. Terkadang kita justru jatuh cinta dengan tokohnya daripada dengan ceritanya. Nah, oleh karena cerita yang menarik ditambah dengan pelakon yang memerankan setiap tokoh dengan karakter yang kuat itulah drama Korea semakin memuncaki hati penonton Indonesia. Tapi, ada juga loh orang-orang yang gak suka ngeliat wajah tipe-tipe Daniel Mananta,  oriental gitu.

Alasan lainnya adalah lagu. Pemilihan theme song sangat berpengaruh besar terhadap setting cerita. Maka dari itu, banyak dari penonton drama Korea yang langsung searching di google lagu-lagu soundtrack sinetron yang dipakai itu. Seperti lagu-lagu dalam serial Full House. Walaupun beberapa dari kita tidak mengerti apa yang dimaksud oleh syair-syair lagu tersebut, namun irama dan melodinya sangat mendukung pembentukan cerita dan menguatkan emosi penonton. Jadi lebih terdramatisasi lagi.

Nah, gimana dengan sinetron Indonesia??

Artis-artisnya udah ganteng dan keren-keren, cantik dan glamor-glamor… Mungkin masalahnya ada dicerita yang harus memberikan nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan untuk penontonnya. Ditambah lagi dengan penggunaan back sound atau soundtrack yang lebih variatif lagi jadi kita gak jenuh dengan nada “jeng-jeng” ketika tokoh antagonis dan protagonis bertemu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s