Kesotoyan Berbuah Petaka

Kesotoyan Berbuah Petaka

Gue ada janji untuk ketemu vendor dekorasi untuk acara tanggal 29 November 2009 di FEUI. Alamatnya bertulis Jl. Perikanan Warung Sila. Kawan gue yang udah pernah ke sana memberi tahu gue kalau mau ke sana dari Lenteng Agung terus ambil arah ke ISTN. Karena gue gak tau apa-apa tentang Jakarta dan sekitarnya, apalagi gue datang sendiri ke sana, akibatnya gue pun mencoba-coba untuk memberanikan diri pergi ke alamat antah-berantah itu sendirian. Sebelumnya gue tanya sma temen gue, di bilang kalo mau ke ISTN dari UI naik angkot 19, dan apa lagi gitu… gue lupa. Eh, sampai di Halte Gerbatama UI, gue menaiki angkot 19 dan gue bilang sama sopirnya, “Lewat ISTN kan, Bang??” Dia pun bilang iya, dengan tidak meyakinkannya. Huhh, gue pun duduk di samping pak-supir-yang-pendusta-parah! Gue diturunin di St. Tanjung Barat dan dia bilang, kalo mau ke ISTN harus nyebrang stasiun. Gue pun mengikuti perintahnya, dengan takut-takut gue nyebrang jalan. Lalu gue mengalami banyak hal yang membetekan sangat di hari Jumat yang sedang panas-panasnya di daerah Jakarta Selatan itu.

Gue ingat apa yang teman gue katakan, setelah pom bensin belok kiri. Nah, setelah gue nyebrang jalan itu, gue tanya sama orang yang lagi jualan di pinggir jalan tentang letak pom bensin yang paling deket dari sini. Dia bilang, harus naek angkot lagi karena lumayan jauh. Gue pun naek angkot dan terus mencari-cari Pom bensin terdekat. Gue melihat dari jauh, lambang Pertamina, saat gue ingin berhenti di situ, ternyata sebelumnya masih ada pom bensin juga! Bodoh! Pom bensin yang temen gue maksud itu yang mana?? Kan banyak pom bensinnya… Gue memutuskan untuk turun di pom bensin kedua.

Malang nasib tak dapat ditolak, tidak ada jalan perikanan di sekitar pom bensin itu. Begitu juga dengan pom bensin pertama yang harus di lewati dengan berjalan kaki sekitar 5 menit. Lelah…

Gue tanya pada satpam yang sedang berjaga di depan gedung, di mana letak ISTN berada. Beliau bilang ISTN itu naik kopaja 606. Gue pun nunggu kopaja itu datang di haltenya. Satu menit, dua menit, lima menit, sepuluh menit dan menit-menit kesendirian gue dalam panasnya hari terus berlalu. Kopaja yang lewat adalah 616. Akhirnya, kopaja 606 datang pula!

Naiklah gue… Dan betapa kagetnya gue saat gu esadari ternyata bus yang gue naiki itu melewati Halte Gerbatama UI yang merupakan awal mula perjalanan gue! Gue bagai tersesat dalam labirin Jakarta-Depok!

Yah, gue pun memasuki wilayah yang disebut dengan Srengseng Sawah… Gue baru ingat, dulu teman gue pernah bilang kalo vendor itu ada di Srengseng Sawah. Bodoh! Kenapa gue bisa lupa!

Lama berjalan, gue bingung… Bus itu masih saja berjalan di atas jalan yang sama sekali asing bagi gue! Gue tanya sama penumpang yang duduk di sebelah gue, tentang alamat yang gue hendak datangi, beliau bilang untuk ke sana seharusnya naik kopaja 616! Oh, My God! KOPAJA 616! Yang sering kali lewat di depan mata gue saat gue nunggu di halte dengan gedung satpam itu! Great!

Freaky Friday enough buat gue… Akhirnya, di persimpangan jalan antara arah 606 dan 616 pun gue turun dari kopaja 606 itu. Menunggu 616 menghampiriku dengan perasaan polosnya, seolah tak bersalah. Yah, yang salah memang gue…

Janjian jam 2 siang, berangkat dari UI jam 1 kurang, baru berhasil sampai di tempat tujuan dengan ngos-ngosan pada saat adzan asar berkumandang di pukul 3-an… Luar biasa!

Kesotoyan gue….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s