Selamat! Anda yang Paling Beruntung Hari ini!

Selamat! Anda yang Paling Beruntung Hari ini!

Sambil menunggu hasil cetak foto yang baru akan selesai sepuluh menit setelahnya, gue memutuskan untuk mencari ATM sebentar. Bodohnya gue, kok bisa-bisanya gue lupa ATM center Detos itu ada di belahan Detos bagian mana!

Berjalan di antara toko-toko yang agak sepi di lantai Lower Ground tempat belanja di Depok itu, tiba-tiba gue ditawarkan sebotol cairan pembersih ajaib yang katanya bisa membersihkan segala macam kotoran, mulai dari debu hingga karat. Mulai dari membersihkan peralatan dapur yang terbuat dari aluminium sampai piranti keras komputer yang jelas tidak terdapat di dalam dapur kotor.

Gue bilang, gue gak butuh cairan itu. Tapi sang SPG tetap memaksa gue untuk menerima pemberian gratisnya itu. Ya, udah akhirnya gue pun mau menerimanya. Sebelum menerima botol itu, gue harus mengisi data di buku catatannya dulu. Kemudian, duduklah gue di suatu spot pamerannya yang hanya berukuran sekitar 2 x 2 m itu. Dia minta KTP gue, dia baca dan dia salin data diri gue dari KTP ke atas lembaran buku catatannya. Sambil membaca setiap detil KTP gue, perempuan ber-make-up agak tebal itu mulai mencari bahan pembicaraan agar lebih akrab dengan gue.

Mulai dari, “Ya ampun! Masih muda banget!” Well, I’m 21 years old! Sampai, “Saya juga orang Bogor! Tapi sekarang ngekost di sini. Mbak naik kereta pulangnya? Kan capek! Penuh banget!”
Kemudian satu per satu rekannya datang menghampiri. Pertama, ada perempuan yang dari mukanya masih keliatan lebih muda dari pada gue usianya. Lalu, datang laki-laki yang agak lebih tua. Lalu perbincangan antara gue, dan ketiga SPG yang hobi berbicara itu pun mengalir begitu saja.

Penuh senyum mereka menanyakan segala sesuatu yang umum yang ingin mereka ketahui tentang gue. Seperti kuliah gue di mana, ambil jurusan apa, tinggal di mana, atau sekedar berkomentar tentang kereta ekonomi yang biasa gue tumpangi, buku yang gue bawa, sampai salah satu dari mereka bertanya, “buku kuliahnya bahasa Inggris, ya?” Tanpa gue jawab, dia udah dapat jawabannya dari dua buku yang gue bawa saat itu.

Gue menjawab pertanyaannya dengan singkat aja.
Lalu, SPG pertama langsung berujar, “Oiya! Mbak pengunjung Detos kan, ya? Ada kupon undian yang bisa diambil, kali aja beruntung! Biasanya orang-orang dapetnya alat pijet mata. Yang itu, tuh!” sambil menunjuk kotak kecil yang ada di sebelah kirinya. “Itu juga kalau beruntung, ya!” Ya, gue pun gak berharap ada peruntungan gue di undian semacam ini.

Dia pun menawarkan beberapa kertas tertutup rapat dan meminta gue untuk memilih satu di antaranya. Ketika gue buka, di dalamnya terdapat tulisan “Selamat!” dan di situ tertera nilai voucher sebesar Rp 1.500.000 yang tentu aja gak bisa diuangkan. Mereka heboh! Gue?? Gak perlu gue jelasin. Deg-degan pun enggak!

“Wow! Selamat, ya Mbak!”

Gue pun mulai bertanya-tanya, adakah kamera di sekitar gue? Karena gue pernah dikerjain di pusat belanja itu juga sebelumnya. Atau ini semacam penipuan berkedok SPG? Atau mereka pengen jualan aja? Atau gimana?? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang bikin reaksi gue selalu datar saat mereka bertanya atau mengucapkan selamat dengan hebohnya!

Kemudian SPG pertama menjelaskan bahwa voucher itu bisa ditukarkan dengan barang di beberapa tokonya. Lalu, mereka mulai heboh lagi dengan tulisan “BONUS BINTANG” yang ada di bagian bawah kertas undian tersebut. Di situ ada 4 buah bintang, yang mereka sendiri bingung artinya apa!

“Biasanya, ada hologramnya dulu baru keliatan jumlah bintangnya, kok yang ini gak ada hologramnya, ya? Jumlah bintangnya juga lebih. Paling banyak ada 3 bintang yang saya tau!”

Reaksi gue, “Ohh…”

Lalu SPG satu berusaha untuk menelepon seseorang untuk mengkonfirmasi undian gue dengan handphone CDMA-nya. Dia heboh. Semua heboh. Kecuali gue.

Lalu, teleponnya diajukan ke gue karena orang itu mau bicara sama gue demi kepastian bahwa gue adalah pengunjung, bukan karyawannya. Di telepon itu, ada suara bapak-bapak yang emang terdengar sudah biasa menghadapi telepon undian semacam ini saking lancarnya cara dia berkomunikasi saat itu. Dia bilang bahwa dia adalah seorang auditor yang menangani undian ini. Dan dia pun bilang “Selamat, ya Ibu Ira!”

Kemudian, SPG itu mulai menjelaskan makna 4 bintang yang ada di atas kertas itu. Maknanya adalah bahwa gue berhak mendapatkan 3 produk tertentu dan 1 produk pilihan sendiri untuk dibawa pulang gratis! Setelah dia hitung-hitung, total hadiahnya itu lebih dari 7 juta Rupiah!

Lalu, dua SPG yang lain berujar, “itu benaran? Coba pastiin lagi, jangan-jangan nanti malah ada tagihannya gitu!” Lalu SPG satu bilang, “bener kok! Asal Mbaknya mau bantuin kita promosi.”

“Gimana caranya?” ehh, malah SPG dua yang nanya, bukannya gue! “Kalau ada yang tanya tentang produk ini, bilang aja ‘bagus’. Tapi kalau gak ada yang nanya, ya gak udah dikasih tau.” As simple as that!

Lalu, muncul tawaran yang baru lagi, dari logo-logo sponsor yang ada di bagian bawah dari kertas undian itu. Ada debit ABC, Mistercard, Pisa, dll. Apakah ATM gue berlogo demikian? Gue kasih unjuk ATM gue, dan ada logo salah satu di antaranya. Dia bilang, kalau gitu gue dapet tambahan voucher senilai 700 ribu! Jadi total voucher gue adalah Rp 2.200.000!

Mereka heboh (kembali)! Masih dengan ponsel di tangannya, dia kembali berbicara dengan orang di ujung sana, lalu dia bilang, “Di sana semua orang pada keluar dan pada heboh!”

Ya, mereka bilang kalau gue adalah orang pertama yang dapetin undian itu.
Lalu, SPG menanyakan pada gue voucher itu mau ditukar dengan produk apa? Dia menawarkan AC portable. Sambil dijelaskannya dengan rinci bagaimana mengoperasikan dan kelebihan dari alat itu.

Lalu, gelagat mereka mulai terlihat aslinya. Ya, waktu-lah yang kemudian memberikan jawaban akan semua pertanyaan kita. Dia bilang, harga awal AC itu adalah 6 juta sekian (sambil dia menunjukkan daftar harga produk yang ada di situ), dipotong voucher yang 2 jutaan itu, gue “cuma” harus bayar 4 jutaan! Masih dengan coret-coretan di atas secarik kertasnya, dia bilang “Ya, udah tukernya dengan yang murah aja. Produk yang paling murah sekarang di sini, dispenser yang bisa langsung diisi air mentah.” Dia pun mulai menjelaskan kelebihan produk yang katanya bisa tahan sampai 10 tahun itu! Dan gue bilang, kalau gue udah punya di rumah. Tapi, dia tetap berusaha meyakinkan gue untuk mengambil produk itu. Bahkan SPG yang cowok sampe ngangkat-ngangkat produk itu untuk diberi unjuk pada gue.

“Harganya 5 juta (sekian), kalau di potong voucher Mbak “cuma” tinggal bayar segini aja!” ujarnya sambil menunjuk hasil hitung-hitungannya itu. Sumpah, ya! Dispenser di rumah gue yang jelas lebih besar ukurannya dari pada yang mereka tawarin aja, harganya gak nyampe 1 juta! Eh, ini malah 3 juta! Udah dipotong voucher lagi!

Gue pun kemudian bilang, kalau harus bayar, gue gak bisa. Tapi mereka bilang, “Gak perlu sekarang kok, bisa dibicarakan dulu dengan mama-nya di rumah.” Gue tetap keukeuh dengan pendapat gue yang gak mau ngeluarin uang.

Lalu dia bilang, “sekarang bawa aja barangnya dulu, nanti kalau udah ada barang baru lagi yang lebih murah bisa ditukar. Asal segelnya gak rusak aja!”
Jahhh! Kapan tuh barang baru yang murah datang? Ngapain gue bawa balik barang ke rumah yang gak boleh gue pake sama sekali?

“Yaudah, isi ini aja dulu! Kan waktunya 12 bulan, masih lama untuk pikir-pikir. Kali aja nanti barang yang murah udah datang, jadi tinggal tambah 300 ribu atau 100 ribu aja udah dapet ini semua! Tapi, sebelumnya hadiah-hadiah ini dipending dulu, sampai vouchernya ditukarkan.”

“Kalau harus bayar, saya gak bisa Mbak,” jelas gue lagi.

“Yakin, nih? Ini masih banyak barangnya loh, satu set alat masak untuk mamanya, tinggal tambah 300 ribu aja,” usahanya sungguh gigih sekali dalam menggaet calon pembeli.

Lalu dia pun menunjukkan beberapa kertas undian, beserta kuitansi orang yang bersedia menukarkan vouchernya senilai 500 rb dengan produk seharga 6 juta, sehingga dia hanya perlu menambahkan uang sebesar 5,5 juta saja!

Dan gue ogah melakukannya!
Gue tetap dengan pendirian gue. Lalu, mereka mulai menyerah. SPG satu akhirnya bertanya, “Jadi mau dibatalin aja, nih Mbak?” Gue mengiyakan.
Komentar mereka adalah, “Sayang banget tuh padahal, hadiahnya banyak banget!” Lalu, tiada lagi senyum dan kehebohan mereka setelah gue menyatakan ketidakmauan gue untuk mengeluarkan sejumlah uang. Tidak ada lagi keramahan dan keakraban mereka setelah itu. Dua SPG yang lain bubar jalan. Tanpa kata-kata apapun lagi. Bahkan, tidak ada kata-kata “Terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu.” Tidak ada kata-kata “Maaf sudah mengganggu waktu Anda.”

Dan jangan tanya pada saya tentang sebotol cairan serba bisa yang perempuan itu tawarkan ke gue di awal pertemuan kami tadi.
Anggap saja, 30 menit waktu yang terbuang di tempat itu memang tidak memberikan cinderamata yang berwujud, tapi memberikan pengalaman yang bisa gue share di sini.

2 thoughts on “Selamat! Anda yang Paling Beruntung Hari ini!

  1. Busuk bgt ya!
    Gila ya, jaman skrg masih aja pake jurus begitu buat gaet pembeli!

    Dan setelah itu, gue pengen ketawa trs kalo inget2 tampang mereka yg tiba2 datar stlh tau kenyataan klo gw bkn target operasi yg tepat bwt dia! Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s