Kereta Khusus Wanita

Kereta Khusus Wanita

Pelecehan seksual terhadap wanita seringkali terjadi di transportasi umum, tidak terkecuali di moda transportasi favorit rakyat, alias kereta. Terutama kereta yang melayani perjalanan antar kota, dalam beberapa provinsi yang saling berdekatan. KRL Jabodetabek pun menyadari hal tersebut. Pada 19 Agustus 2010 akhirnya Commuter KRL Jabodetabek meluncurkan Kereta Khusus Wanita.

Kereta khusus wanita ini tersedia dalam layanan KRL Ekonomi AC dengan harga karcis Rp 5,500 serta KRL Ekpress dengan harga karcis Rp 9,000-11,000. Sayang sekali, untuk kelas Ekonomi dengan harga karcis yang hanya Rp 2,000 tidak ada layanan kereta khusus wanita. Padahal, kereta kelas yang satu ini-lah yang seharusnya sangat diperhatikan oleh pengelola KRL Jabodetabek, biarpun harga yang ditawarkan terbilang sangat murah, setara dengan ongkos jauh-dekat angkutan umum (angkot) di Kota Bogor.

Never mind, yang penting sudah ada upaya baik yang dilakukan oleh PT KAI.

Pada pengoperasian hari pertama, walaupun sudah banyak tempelan dan poster di dalam gerbong kereta yang menandakan bahwa ini adalah kereta wanita, ternyata masih banyak laki-laki yang duduk di dalamnya. Oiya, sekadar informasi lagi, kereta AC itu kan terdiri dari 8 gerbong. Nah, untuk kereta khusus wanita ini disediakan hanya 2 gerbong saja, yaitu di gerbong paling depan dan gerbong kereta paling belakang. Enam gerbong sisanya, tidak hanya diperuntukkan bagi laki-laki, tapi bisa juga perempuan.

Belajar dari pengalamannya di hari pertama, pada hari kedua telah ada perbaikan dan pelaksanaan yang lebih baik lagi. Di gerbong tersebut ada petugas penjaganya, berseragam satpam, namun berparas macan, alias manis dan cantik, namun tetap garang. Rrrr…

Setiap ada laki-laki berusia di atas 10 tahun berada di dalam gerbong tersebut, langsung saja diusir pindah ke gerbong lainnya.

Ada yang menarik saat gue naik kereta khusus wanita beberapa hari yang lalu. Ada 2 orang dewasa, perempuan dan laki-laki. Sepertinya mereka sedang menjalin hubungan dekat, seperti pacaran. Nah, karena tidak mungkin untuk mereka bersama di gerbong khusus wanita, sehingga mereka pun memutuskan untuk berada di sambungan kereta, batas antara gerbong khusus wanita dengan yang tidak.

Awalnya, gue bertanya-tanya kenapa mereka gak di gerbong sebelah aja, yang unisex (laki-laki dan perempuan), tapi lebih memilih untuk berada di perbatasan. Rupanya, si laki-laki akan turun lebih dulu dan meninggalkan si perempuan di kereta itu. Hmm…

Semoga saja gerbong khusus wanita ini, tidak hanya ada di KRL Ekonomi AC dan Ekspress saja, tapi juga di kereta ekonomi yang biasanya punya lantai 2.

*Mohon maaf dengan gambar-gambar yang gue pajang di sini… Hasilnya kurang bagus, karena memang diambil dari kamera hp. Oia, gue gak ada niatan untuk mempopulerkan siapapun dengan gambar-gambar ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s