Kecamuk di Kota Pahlawan (part.1)

Kecamuk di Kota Pahlawan (part.1)

4 September 2010, dengan perasaan agak bersalah karena harus meninggalkan kelas asistensi mahapenting di hari Senin pagi itu, gue menunggu temen gue, Ricky di halte bikun stasiun UI. Jarum jam analog di ponsel sudah menunjukkan pukul 9.30-an. Gue pun kemudian mendapat kabar dari Ricky, bahwa beliau sudah berada di Fakultas Ilmu Komputer kampus UI Depok.

Tidak perlu lama menunggu, gue mendapatkan bikun merah, kemudian langsung saja gue berucap, “Makasih Pak!” pada bapak sopir bikun saat pemberhentian di halte Fakultas Hukum. Berjalan kaki beberapa menit, gue langsung menemukan sosok Ricky, dengan postur tubuhnya yang jelas terlihat walau dari kejauhan 100 meter pun jaraknya dari pandangan mata.

Di kampus yang gedungnya  berbentuk lingkaran itu, gue agak merasa asing. Hanya ada beberapa saja yang gue kenal. Dengan tas punggung bertuliskan yayasan pemberi beasiswa gue, serta tas abu-abu multiguna yang gue gantungkan di bahu, gue menyapa rekan-rekan Fasilkom yang hendak melakukan perjalanan dinas bersama gue nanti. Beberapa dari mereka sudah gue kenal, seperti Enrico dan Faris. Gue pun kemudian berkenalan dengan teman-teman yang lain, yang mayoritas adalah laki-laki. Ada Ivan, Rian, Luqman, dan April. Serta beberapa teman yang lain yang gak bisa gue sebutkan di sini satu per satu.

Obrolan gue dengan Ivan yang paling gue inget saat itu, adalah “Toiletnya di mana ya, yang paling deket?” Kemudian dengan sigap dan baik hati, laki-laki yang menggunakan kawat di gigi atasnya itu mengantar gue ke toilet yang dimaksud. Okey, gue akan ingat, namanya adalah Ivan.

Lalu, briefing pun dimulai pada pukul 10-an. Perbincangan tentang rute perjalanan dan pesan selama di tempat tujuan itupun diutarakan oleh seorang dosen Fasilkom dengan postur tubuh yang proporsional, dan seorang dosen lainnya yang mengenakan kemeja atau baju koko, serta ada sedikit penjelasan dari teman lainnya yang merupakan penanggung jawab perjalanan ini.

Lama menunggu bis kuning yang akan mengantarkan kami menuju tempat tujuan, gue pun melakukan sedikit kegiatan dengan Ricky. Membaca slide presentasi, serta mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan saat presentasi di tempat tujuan nanti.

Kami berbincang dengan teman-teman dari Fakultas Teknik, mereka adalah mahasiswa angkatan 2008 jurusan Teknik Industri, yang rupanya adalah rival gue dan Ricky di tempat tujuan nanti. Kami berbincang tentang masa lampau,, program apa yang digunakan untuk sampai di tahap ini, sampai obrolan tentang makanan kantin yang paling enak, paling murah, paling beraneka ragam, serta yang paling mahal. Kemudian perbincangan kami  harus berakhir karena adzan dzuhur telah berkumandang memanggil kami  untuk segera beribadah pada-Nya.

Agak membosankan rupanya harus menanti kedatangan bis kuning, dengan hanya duduk-duduk gak jelas, sedikit-sedikit minum obat, serta melihat twitter dari layar ponsel, di kampus yang cukup asing bagi gue, walaupun masih dalam perguruan tinggi yang sama.

Pukul 13-an bis yang ditunggu-tunggu  datang juga. Gue duduk di sebelah Lisdia, mahasiswa Fasilkom angkatan 2007 pula. Syukurlah, bisa ada kawan duudk bersebelahan di bis nanti. Sambil berfoto-foto sejenak di depan bis kuning tersebut, kemudian kami semua yang jumlahnya lebih dari 40 orang pergi meninggalkan kampus UI Depok menuju kampus ITS Surabaya untuk bertempur dalam kompetisi TIK, Gemastik yang diadakan tahun 2010 ini di Kampus ITS.

Perjalanan 20 jam pun akan gue lalui dengan rasa kantuk, dan sedikit kantuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s