Tour the Surabaya!!

Tour the Surabaya!!

Luar biasa sekali hari kemarin!

pada 7 Oktober 2010, gue beserta Ricky, April, Wanda, Shandy, Jakfar, Luqman, Trian, dan Desta yang jauh-jauh datang dari Depok, Jawa Barat untuk berkompetisi di kota Surabaya yang cukup panas ini, menyempatkan diri untuk berkunjung ke berbagai tempat di kota ini.

Awalnya, kita punya rute begini: Ke Pasar Genteng untuk cari oleh-oleh, lalu ke Tunjungan Plaza, kemudian dilanjutkan dengan shalat Dzuhur di Masjid Cheng Hoo, lalu jalan kaki 1 Km ke Balai Kota Surabaya, kemudian jalan kaki lagi ke Zangrandi untuk makan eskrim, lalu di akhiri dengan berkunjung ke Monumen Kapal Selam Pasopati di dekat Delta Plaza.

Tapi ternyata, ada sedikit perubahan.

Dari wisma di Menur Pumpungan, kami berangkat dengan taksi menuju Pasar Genteng pada pukul setengah 11-an.

Sesampainya di sana, kami bukannya beli oleh-oleh makanan, malah beli es teh yang banyak di jual di Depok juga. Lalu Jeff, sapaan Jakfar malah beli pulsa. Dan Ricky selalu singgah di toko makanan ringan untuk beli jajanan gara-gara dia gak sarapan!

Dengan bermodal tanya kana-kiri, Shandy menuntun kami berjalan kaki menuju Tunjungan Plaza. Tidak begitu jauh memang, tapi yah lumayan capek juga apalagi siang-siang begitu di Surabaya yang panas.Di jalan menuju ke Tunjungan Plaza itu, gue melihat ada gedung McDonald yang lucu banget!

Gedung McD yang lucu di dekat Tunjungan Plaza Surabaya
Another perspective of McD

Dari situ kami menyebrangi jembatan penyebrangan menuju gedung Tunjungan Plaza yang ternyata gak bohong luasnya!! Capek banget kaki ini jalan-jalan nyari ATM dan supermarket untuk cari Popcorn rasa coklat!

Tunjungan Plaza Surabaya

Dan saking luasnya kalau gak salah lantainya aja sampai ada 6! Ada banyak banget toko yang ada. Bahkan bioskopnya aja sampai ada 2! yang satu Tunjungan Plaza 21 dan satunya lagi XXI. Hufhh… dan aura dari kedua bioskop itu benar-benar berbeda satu dengan lainnya!

Tunjungan Plazatampak dalam (Lingkaran lobi)
Another look of TP
Tunjungan Plaza Surabaya dari lantai atas

Karena lapar, kami pun kemudian memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Dan tahukah Anda kami makan siang dimana??? Di kantin di Masjid Cheng Hoo! Yang letaknya lumayan dekat dari Balai Kota Surabaya.

Saking gue penasarannya yang namanya Rujak Manis tanpa Petis itu seperti apa, akhirnya gue pesen itu juga yang harga Rp 5.000. Dan rupanya waktu gue makan, pedes juga! Jadi rujak manis itu ada tahu-nya, kikil, melon, mentimun, bengkuang, dan mangga yang diguyur dengan sambel kacang dengan 2 buah lombok di dalamnya, sesuai pesenan gue.

Rujak yang tanpa petis tapi tetap pedas

Dan ini adalah bangunan yang ingin sekali gue singgahi waktu ngebolang dengan Belle, Anis, Oma, Maba, Danar, dan Ilham di Surabaya, tapi gak jadi. Hehe. Masjid Cheng Hoo!!! Warisan dari keluarga Laksamana Cheng Hoo, sang bahariwan!

Masjid Cheng Hoo

Sayangnya, karena ada tiang-tiang tenda yang menghalangi pemandangan indah Masjid ini, jadi gambar yang gue dapet gak begitu bagus. Saran gue, kalau kalian mau mengunjungi masjid Cheng Hoo, lebih baik selain hari Kamis dan Jumat, karena setiap hari Kamis rupanya selalu didirikan tenda untuk persiapan sholat Jumat.

Di samping, masjid Cheng Hoo ini ada taman seperti kolam yang ada bangunan perahu di atasnya.

Kolam Perahu di samping Masjid Cheng Hoo
Tampak dalam. Kecil namun menawan!
Masjid Cheng Hoo

Ketika hendak melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, rupanya azan Ashar berkumdang, kami pun sempatkan diri untuk merasakan sholat di dalam masjid dengan bangunan berbudaya China yang menawan ini.

Lelah berjalan-jalan di Tunjungan Plaza, akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengunjungi Balai kota Surabaya, makan es krim, dan berkunjung ke monumen Kapal Selam. Kami memutuskan untuk menyewa angkot menuju House of Sampoerna yang letaknya sekitar setengah jam dari Masjid Cheng Hoo ini.

Ini adalah kali kedua gue ke bangunan HOS ini, dan gue tetap terpesona dengan interiornya, lampu-lampunya, lukisan-lukisannya, barang-barangnya, dan bangunannya. Agak sore memang kami sampai di sana, jadi kaki tidak berkesempatan untuk melihat bagaimana cara kerja buruh pabrik rokok yang mayoritas adalah kaum hawa dalam melinting rokok.

House of Sampoerna lantai 1
Another look of HOS

Karena sore itu, hujan mengguyur Surabaya, kami pun terpaksa tidak foto bersama di luar gedung yang tiang-tiangnya seperti batangan rokok dengan angka 234 di pangkalnya.

Tapi gue nekat aja, di tengah rintik-rintik hujan itu, gue berjalan ke samping gedung museum dan mengambil gambar rumah keluarga Sampoerna yang letaknya tepat di samping museum. Dan gue pun masih sempet-sempetnya foto dengan mobil Roll Royce milik keluarga Sampoerna dengan plat nomor Singapura “SL 234”.

Mobil Dji Sam Soe
Rumah keluarga Sampoerna

Dan inilah wisata hari Kamis, 7 Oktober 2010 di kota Pahlawan Surabaya. Setidaknya bisa meredakan kesedihan hati karena hasil lomba kemarin yang cukup mengecewakan gue. hehe

Tapi, hari ini… 8 Oktober adalah hari terakhir gue di kota ini bersama dengan teman-teman UI lainnya, peserta Gemastik 2010. Akhir yang bahagia.

Dan gue yakin banget, gue bakal kangen dengan suasana seperti ini lagi!

8 thoughts on “Tour the Surabaya!!

  1. kapan2 kalo jalan2 ke sby lagi, bilang ma aq aja…ntar saya ajak ke jembatan suramadu…gak jauh kok dari ITS…btw….UI kan juara 1, juara 2 dan 3 nya sapa ya??

    kampusku bagaimana?????

    vivat ITS

      1. thx ya……atas jawaban…
        moga2 gemastik 4 di UI depok…so kami yg di SBY gantian mo jalan2 di sana…..pasti juga cukup menakjubkan…tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s