Jangan Terlalu

Jangan Terlalu

I am a sinner. Seorang manusia yang selalu merugi karena telah menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga dan tidak akan pernah bisa diputar kembali.

Kemarin, gue ngerjain tugas bareng temen-temen kelompok gue di kampus sebelah, yaitu Teknik. Bertemu dengan teman-teman kampus yang sudah seminggu lamanya tidak gue jumpai, rupanya membuat gue kalap. Gue terlalu senang bertemu dengan mereka. Tertawalah gue sesuka hati. Bercanda dengan mereka, bergosip-gosip, sekedar adu mulut ringan, atau mengeluarkan ejekan-ejekan kecil penuh canda tawa. Gue terlalu banyak tertawa. Gue terlalu senang dengan kejadian yang gue alami di hari kemarin.

Sempat gue ngerasa takut, karena pagi harinya gue ketemu dengan salah satu temen baik gue yang sudah lebih dewasa daripada gue, dia bertanya, “Sebelum lu ke Surabaya lu lagi ngerasa happy gak?” Entahlah, mungkin ya… Lalu dia melanjutkan, “Kayaknya, setelah dari sana lu agak sedih gitu.”

“Tuhan itu kan Maha Adil, bisa jadi kita dikasih bahagia sekarang, tapi besok tiba-tiba kita sedih.”

Kata-kata itu tiba-tiba aja muncul dalam pikiran gue di malam hari kemarin.

Gue takut, kalau gue tertawa puas dan bersenang-senang sekarang, maka gue akan merasa sedih sekali esok hari.

Sampai di rumah agak larut malam, gue pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, tapi rupanya malah keterusan sampai pagi gue baru bangun… Dan menyadari bahwa ada tugas maha dahsyat yang harus gue kerjakan hari itu pula!

Selama gue ngerjain tugas di rumah, gue diganggu oleh adik gue. Pusing dan kesal, akhirnya gue terus bentak-bentak dia. Jangan ganggu gue!!!! Dia pun menangis tiada henti.

Tugas gue baru selesaiĀ  jam 12 lewat, padahal jam setengah 2 ada briefing calon pengawas ujian di kampus. Sampai di kampus, gue langsung naik sepeda dan agak sedikit berlari menuju gedung B tempat briefing dilaksanakan. Dan jam di handphone gue menunjukkan angka 14! Baiklah, sampai di tempat gue terlambat. Ruangannya sudah dipenuhi dengan mahasiswa yang mau belajar. Gue ketemu temen gue yang ikutan daftar pengawas, lalu dia bilang, “udah beres Ra!”

Well, gue harus menerima kenyataan pahit bahwa gue kehilangan kesempatan untuk mengawas ujian dan memperoleh sedikit penghasilan tambahan.

Lalu, jam 2 gue ada kegiatan yang bentrok, yaitu asistensi PMKP yang gue gak pernah hadiri lagi, lalu kelas Treasuri. Dan gue malah lebih memilih kelas asistensi daripada kuliah treasuri! Padahal bab yang dipelajari banyak banget!

Huhhh… gue penuh penyesalan hari ini…

Tak hentinya gue mengeluh. Kesal dengan semua keadaan ini.

Inilah gue dengan segala keterlaluan yang ada di dalam diri gue.

Kemarin gue merasa terlalu bahagia dan berlebihan mengungkapkan rasa senang itu, hari ini gue merasa terlalu sedih dengan semua kesalahan ini, tapi esok gue akan berusaha lebih baik untuk membuat segalanya tidak berlebihan, tidak keterlaluan!

4 thoughts on “Jangan Terlalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s