My Day was Totally Messy!

My Day was Totally Messy!

Ujian hari ketiga adalah ujian untuk mata kuliah Manajemen Portofolio, dan juga ujian dalam hidup gue.

Datang bersama dua orang temen gue yang lain, dengan mengendarai sepeda kuning, kami akhirnya berhasil sampai di halte sepeda FE pada pukul 08.30. Tepat pada saat waktu ujian yang dahsyat ini dimulai.

Sudah banyak mahasiswa yang datang, dan gue merasa agak sedikit galau. Mungkin karena gue belum maksimal dalam belajar mata kuliah yang satu ini. Dan benar saja, kegalauan gue betul-betul tercipta saat gue melihat 5 buah soal yang harus diselesaikan dalam waktu 150 menit atau 2,5 jam. Soal nomor pertama adalah menghitung Expected return saham, standar deviasinya, lalu menghitung bagian portofolionya, hingga mengestimasi nilai beta masing-masing saham dan membandingkan nilai expected return masing-masing saham dengan menggunakan model CAPM. Bobot untuk soal ini adalah 25%. Gue membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk mengerjakan satu soal ini.

Beralih ke halaman soal berikutnya, gue langsung melewatkan soal nomor 2 yang berbobot 30% karena gue gak tau model Markowitz itu seperti apa bentuknya! Padahal pernah dibahas di kelas asistensi yang sayangnya, saat itu gue sedang berada di luar kota. Dan gue gak belajar itu sama sekali!!!! 30% tolonggggggggggggggggggggggg!!

Tiga soal yang lainnya, gue jawab sekenanya dan dengan mengandalkan sedikit intuisi. Sambil berharap agar Tuhan memberi gue petunjuk dalam mengerjakannya.

Keluar dari ruang ujian, gue cuma bisa meraung-raung ingin menangis karena harus kehilangan 30% begitu saja gara-gara kesalahan fatal gue yang tidak mempelajari materi tersebut sama sekali! Nyeselnya dan nyeseknya itu sangat luar biasa!

Tak lama setelah itu gue pergi ke salah satu bank yang ada di kampus. Dari jam setengah 12 siang, gue menanti customer service yang akan melayani gue. Empat puluhan menit gue bersama dengan temen gue nunggu gililran dipanggil customer service, tapi tak ada hasil. Malah tinggal bersisa 1 orang saja karyawan yang ada di customer service karena 2 orang yang lainnya adalah laki-laki dan harus melaksanakan kewajiban di hari Jumat siang.

Berikutnya gue harus menunggu seorang diri sambil terduduk dan melirik-lirik twitter melalui ponsel. Akhirnya nomor urutan gue dipanggil juga. Dan gue menghabiskan waktu lebih dari 20 menit untuk berada di kursi depan customer service bank ini untuk membuka rekening baru.

Jam dinding di bank itu sudah menunjuk pada angka 1 lewat 10 menit. Gue pun harus mengantri di depan teller untuk menyetorkan setorang awal. Dan tahukah kamu berapa waktu yang gue butuhkan untuk menunggu giliran dilayani oleh teller ini? Setengah jam! Dan gue ada diurutan kelima. Kaki gue sampe pegel banget gara-gara harus berdiri mengantre dengan dua tas gue di bahu kanan dan kiri. Yang kanan berisi kertas-kertas dan notebook. Di kiri berisi buku dan 3 potong pakaian.

Antre yang memakan waktu yang sangat lama ini adalah karena ada satu nasabah yang sedang melakukan penarikan tunai dengan nilai ratusan juta! Mana yang ada di teller cuma ada satu orang karyawan aja pula! Lamanya gue berdiri itu sama kayak gue harus berdiri di kereta dari stasiun Bogor sampai stasiun Depok Baru!! Bahkan Pocin!

Total waktu yang harus gue habiskan di bank ini adalah 2 jam! Yup, dua jam gue mengendap di bank ini dengan satu jam menunggu sambil duduk di bangkunya, setengah jam di customer service, dan sisanya harus gue jalani dengan cara berdiri dengan beban dipikul di kanan dan kiri. Dan perut lapar tentunya!

Sore hari gue harus kumpul dengan temen-temen gue untuk pergi ke gedung Rektorat melakukan suatu hal yang sangat penting demi kelancaran usaha kami. Namun, turun dari bis kuning, hujan deras mengguyur kampus kami ini.

Gue akhirnya nekan juga menerobos hujan yang luar biasa derasnya itu dengan 2 mahasiswi yang merupakan temen gue juga yang kebetulan juga mau ke rektorat. Dengan payung yang sudah tidak bisa melindungi bagian kiri gue, dan bagian kaki gue dari hempasan air hujan, kami terus saja melanjutkan perjalanan menuju gedung Rektorat dari halte bikun Pocin.

Sampai di tempat yang dimaksud, rupanya sudah sepi dan orang yang gue cari sudah pergi meninggalkan tempat itu. Celana basah, baju basah, tas basah, semua serba basah. Karena basah itulah gue jadi membatalkan pertemuan gue untuk mengajar privat di Bogor, atau kumpul dengan temen-temen baru gue di Barel.

Hari ini buat gue adalah hari yang sangat kacau! Gue berharap semoga aja esok hari gak akan terulang lagi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s