Beda Jabatan Beda Nasib :'(

Beda Jabatan Beda Nasib :'(

Saat presiden Amerika Serikat berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 November 2010, semua media massa meliputnya. Tidak ada satupun yang rela kehilangan satu detik saja ke mana kakinya melangkah. Beliau di Indonesia hanya singgah selama 19 jam saja, tidak ada sehari-semalam sama sekali. Dan agenda beliau juga cukup padat. Mulai dari kunjungan ke Istana Negara, makan malam bersama di sajian resmi tamu negara, lalu paginya berkunjung ke Masjid Istiqlal Jakarta, dan berpidato di kampus UI Depok.

Takjub sekali bukan kepalang! Beliau hanya membutuhkan waktu 19 jam untuk menjalani semua agenda tersebut sudah termasuk di dalamnya agenda untuknya tidur beristirahat di hotel bintang 5.

Hal tersebut wajar sekali terjadi, mengingat pengawalannya sangat ketat, sampai jalan raya harus ditutup dan dialihkan, sampai-sampai kuliah di kampus UI Depok harus diliburkan selama 2 hari, padahal beliau hanya berpidato setengah jam saja.

Di pagi hari, tanggal 10 November, dalam sekejap mata saja dia sudah berpindah tempat dari Masjid Istiqlal di Jakarta, menuju Balai Rung UI Depok. Terlalu berlebihan memang bahasa gue, tapi dia hanya butuh waktu sekitar 30 menit saja! Padahal perjalanan Istiqlal-UI itu kalau ditempuh dengan  mobil pribadi, bisa lebih dari 1 jam! Belum lagi macetnya! Sungguh enaknya jadi presiden, kalau begitu caranya! Semua serba mudah, cepat, dan penuh kenyamanan.

Lain Obama, lain juga Ira.

Di hari Senin, tanggal 15 November kegiatan gue ada di 2 kota, namun masih dalam provinsi yang sama. Gue berangkat dari rumah gue di Bogor sekitar pukul 7 pagi, ada jadwal asistensi Portofolio jam setengah 9 pagi di kampus UI Depok, bikin laporan bareng temen gue, lalu mengajar di Bogor jam 2 siang, dan balik lagi ke Depok jam 5 sorenya. Agenda gue sederhana kan, cuma bolak-balik Bogor-Depok dalam satu hari? Tapi rencana tinggallah rencana. Pada kenyataannya semua itu menguap bagai air yang direbus di atas panci, lalu ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. Harapan gue sirna.

Semua ini berawal dari salah pilih! Gue bukannya menunggu bus dan pergi ke kampus dengan menggunakan bus, tapi gue malah milih untuk ke stasiun, dan memutuskan untuk naik kereta saja.

Setelah gue berada di dalam angkot, tiba-tiba ponsel gue berdering. SMS masuk, dari temen gue Anis, dia bilang lagi ada gangguan kereta dari Citayam sampai Manggarai. Gue pikir gangguannya gak akan lama,gak taunya… Seharian itu jadwal kereta ngaco semua!!!

Berangkat naik kereta Tanah Abang yang seharusnya berangkat jam 7.20, gak taunya baru meluncur jam 7.30 lebih. Waktu tempuh yang biasanya 45 menit dari Bogor-UI, pada hari itu justru memakan waktu 2 jam 30 menit!!! Alhasil, gue gak bisa masuk kelas asistensi yang super penting itu. Lalu gue buru ngerjain laporan bareng temen gue. Jam setengah 1 siang gue langsung beranjak menuju stasiun untuk kemudian pergi mengajar di Bogor, namun ternyata nunggu bikunnya aja setengah mampusss. Sampe di stasiun UI, kereta masih gak jelas. Gue memutuskan untuk naik bus aja. Busnya masih kosong, jadi jalannya lamban sekali dan seringkali berhenti cukup lama untuk mendapat penumpang.

Sampai juga gue di SMA tempat gue berbagi ilmu ekonomi di Bogor sekitar jam 14.45, padahal jadwal gue ngajar adalah jam 2 siang! Kecewa berat gue dengan transportasi yang ada di negeri ini.

Selain itu, gue harus balik lagi ke Depok, untuk menyelesaikan laporan yang belum kelar itu. Jam 4 sore gue sudah duduk manis di dalam kereta di Stasiun Bogor, tapi keretanya baru berangkat 35 menit kemudian. Kembali gue berpikir bahwa perjalanan akan lancar ke depannya, gak taunya masih aja ada sistem antrian yang memaksa kereta yang gue tumpangi itu untuk berhenti cukup lama di stasiun Depok Lama dan Depok Baru, juga di perlintasan antara Pocin dan UI. Akhirnya sampai juga di stasiun tujuan gue saat jam sudah menunjuk pada angka 17.30 lebih!!! Dan agenda gue harus batal karena laporannya udah diselesaikan sama temen gue, kan gue jadi gak enak banget!!!

Gue menghela napas panjang kalau inget masalah ini.

Pengen sih jadi presiden, tapi kayaknya terlalu mahal untuk dana kampanye! Hehe… Tapi, gue pengen deh, memperbaiki sistem transportasi di Indonesia, seenggaknya transportasi di Jabodetabek aja dulu deh! Apalagi populasi penduduk makin bertambah dari waktu ke waktu. Cuma sekedar cita-cita aja sih, karena rasa kecewa yang teramat parah pada transportasi saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s