Belajar dari Timnas Garuda

Belajar dari Timnas Garuda

Di penghujung tahun 2010 ini, Indonesia dibakar semangat si kulit bundar. Dahsyat merah apinya menyala mulai dari Sabang sampai Merauke, dan mulai dari Miangas hingga Rote. Inilah sumber api itu.

GARUDA

Beberapa bulan yang lalu, Indonesia juga dibanjiri semangat sepak bola. Di jalan-jalan banyak orang berjualan kaos-kaos tim sepak bola dengan nama Ronaldo, Klose, Villa, atau nama-nama asing lainnya. Namun, nama-nama asing itu, tidak terdengar asing oleh telinga kita, orang Indonesia. Saat disebut Klose, semua pasti langsung terpikirkan Jerman. Tampan. Top scorer. Dan idola gue! *haha*

Namun, di bulan ini. Kaos-kaos yang membanjiri toko-toko perlengkapan olahraga, toko baju anak-anak, bahkan sampai pedagang kaki lima sekalipun, semuanya setipe! Dominasi warna merah dengan sedikit sentuhan hijau, atau dominasi warna putih dengan aksen hijau yang sangat terlihat mewah. Mewah karena prestasinya!

Nama-namanya justru terdengar sangat asing untuk gue, yang bukan penggila sepak bola tanah air. Gonzales, Firman, Irfan, atau Bambang. Bahkan, saat temen gue menyebutkan satu nama “Nasuha” dalam pesan singkatnya, gue hanya menanggapi dengan sedikit antipati “Siapa tuh? Gue taunya Nankatsu!”

Gak taunya, nama-nama seperti itulah yang kini sedang menjadi idola di negeri gue sendiri! Sebut saja Maman, Hamka, atau Nasuha yang tadi gue sebutkan. Atau nama baru seperti Okto, Yongki, bahkan Arif Suyono! Siapa yang tidak mengetahui mereka. Bahkan, artis papan atas, sampai artis papan penggilesan macam gue, semua tau yang namanya Okto, Arif, apalagi Irfan yang katanya tampan *tetep masih lebih tampan Klose*!

Inilah semangat Garuda. Yang udah bikin trending topic di Twitter dengan “Indonesians”, “Love Indonesia”, atau “GarudaFightsBack” selama beberapa hari terakhir ini.

Semua dari Satu Titik

Waktu kita belajar nulis, kita harus berani menggoreskan ujung pensil yang kita pegang terhadap media tulis kita. Setiap coretan itu, dimulai dari satu titik. Kalau kita gak mau berusaha untuk bikin satu titik itu aja, kita gak akan pernah bisa bikin coretan macam apapun di atas kertas itu! Apalagi untuk bikin tulisan dengan judul “PRESTASI”.

Gue sebagai WNI, menilai bahwa aksi Timnas Garuda di Piala AFF 2010 ini adalah titik awal yang telah digoreskan oleh persepakbolaan negara ini. Berbagai upaya naturalisasi pemain, seperti Gonzales yang asal Uruguay, atau Irfan Bachdim yang keturuan Belanda, mulai memberikan warna baru dalam semangat perjuangan sepak bola Indonesia.

Latihan dan latihan dengan penuh disiplin yang diterapkan oleh sang arsitek, A. Riedl terus-menerus melatih fisik dan mental para pemain bahwa bukan saatnya bermain-main sebagai pemain untuk bermain. Sampai-sampai yang namanya Boaz tidak dipanggil lagi masuk dalam squad timnas karena mangkir dari jadwal latihan. Disiplin adalah hal penting untuk mencapai tujuan dalam hidup ini, kawan!

Tendangan hingga Tarian

Gol demi gol telah ditorehkan, selaras dengan itu, dukungan kepada Timnas Garuda terus bertumpuk. Dahsyatnya tendangan Gonzales saat mengoyak gawang Filipina di laga Semi final, membuat seluruh rakyat bersorak-sorai, selaiknya rakyat terjajah yang baru saja mendengar bahwa bangsanya telah merebut kemerdekaan.

Saat Irfan atau Firman Utina mencetak gol ke gawang lawan, tubuh mereka bergoyang, tangan mereka turut bergoyang, bibir mereka tak hentinya menebarkan senyuman kegembiraan. Kemudian, melalui media udara, perasaan gembira yang menghampiri mereka tertularkan juga pada suporter yang menyaksikannya dari tribun penonton di stadion. Tidak hanya itu, melalui gelombang pemancar televisi pun, orang-orang di Papua yang menyaksikannya, turut pula tertular virus kegembiraan itu.

Bayangkan, kenal pun enggak gue pada mereka. Siapa keluarganya, apa makanan favoritnya, atau kepada siapa mereka berdoa, gue pun gak tau. Tapi kegembiraan dalam sepak bola itu gak pandang buluh! Gak ada KKN. Saat kita tau bahwa satu nama itu yang mencetak gol, maka semua pun bersorak sorai merdeka! Satu nama atas semuanya, GARUDA.

Bukan Tinggal Nama

Semangatnya masih bertiup hingga sekarang. Walau kekalahan harus membuat mereka berhenti sejenak. Namun, Garuda bukanlah sekadar nama yang tinggal nama saat sebuah kompetisi usai. Garuda akan terus melakukan inovasi untuk bisa memperbaiki tubuhnya, agar terbangnya bisa lebih tinggi lagi dari biasa. Agar semangatnya bukan hanya bisa dirasakan oleh orang-orang di Nusantara, tapi juga oleh seluruh mancanegara!

Satu pesan dari gue pencinta sepak bola damai untuk Garuda:

GUE TUNGGU AKSI LO DI PIALA DUNIA!! SEGERA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s