Tour The Belitung!!! (4 Januari 2011)

Tour The Belitung!!! (4 Januari 2011)

Finally, I’ve arrived at the final part of “Tour The Belitung” the series. Hahaha… Tanggal 4 Januari adalah hari terakhir kunjungan kami di Negeri Laskar Pelangi ini. Pukul 7 kurang kami sudah berkumpul di luar kamar tempat kami menginap, sebelumnya gue dan Reisa berkewajiban untuk membayar semua tagihan penginapan kami selama 3 malam kami di sini.

Karena pesawat yang akan mengantar kami kembali ke Jakarta, dijadwalkan akan terbang jam 12.20 WIB, kami pun tidak mempunyai banyak waktu untuk berleha-leha.

Andri baru saja dari pom bensin, katanya belum aja pom bensinnya buka, antriannya udah panjang banget! Akhirnya, Andri pun nyerah, gak ikutanngantri bensin seperti kendaraan lainnya. Kami langsung menuju rumah sodaranya Anis, yang letaknya tidak jauh dari Gedung Nasional di Tanjung Pandan, alamat rumahnya di Jl. Pantai. Kami diundang untuk sarapan di rumah makan milik pamannya Anis, yang dikenal di sana dengan panggilan Bang Didin.

Di sana lah kami benar-benar merasakan sarapan ala pejabat-pejabat PN. Timah. Hahahha… Nasi uduk yang enak, beserta lauk-pauknya yang luar biasa banyak., kayak kepiting isi, cumi tempura, tahu daging, juga perkedel. Belum lagi cemilannya yang lain, seperti otak-otak khas Belitung, Pisang goreng, leupeut juga khas Belitung, dan ada satu jenis makanan yang gue lupa namanya apa, tapi gue suka banget!

 

Makanan yang enak
Makanan yang enak, tapi lupa apa namanya
Kepiting Isi
Kepiting Isi
Kami dan Bang Didin
Kami dan Bang Didin

Setelah puas dengan sarapan yang mengenyangkan dan mengenakkan, kami pun diantar menuju rumah neneknya Onez di sana, baru kemudian jalan kaki menuju toko yang menjual oleh-oleh makanan khas Belitung, seperti sambal lungkang yang ternyata adalah abon ikan, ada juga stik yang terbuat dari buah sukun, teri kripsi aneka rasa seperti rasa balado, keju, atau bbq, ada juga kemplang dengan sambalnya, dan tidak ketinggalan terasi khas Belitung! Baunya tidak begitu menyengat, sambal yang kami cicipi selama kami makan-makan di Belitung itu memang rasanya enak dan pedasnya nonjok! Seperti tidak kenal kenaikan harga cabai. hahaha

Kami pun kemudian diantar menuju toko yang menjual kaos-kaos tentang pulau ini. Namun, karena toko masih tutup, kami kemudian menuju ATM dan mencari bensin dulu. Belum sampai ke pom bensin yang dituju, Onez sudah menghubungi kami bahwa tikonya sudah buka. Tidak lama kemudian kami sibuk mencari kaos yang tulisannya menarik dan gambarnya juga menarik tentang Belitung.

Di situlah kami berpisah dengan Bang Didin dan Istri. Terima kasih banyak Bang!

Rupanya maish ada cukup waktu untuk kami mengunjungi museum di Tanjung Pandan sebelum kami mencicipi Mie Belitung di jl. Sriwijaya yang terkenal itu. Namun, sebelum itu kami harus mencari bensin dulu karena tangki mobil sudah mulai tipis. Antrian tidak begitu panjang di SPBU, namun memang cukup lama. Hingga kami tinggal menunggu 1 mobil lagi, tiba-tiba mengemudi mobil di depan kami memberi isyarat bahwa bensinnya sudah habis. Kami baru benar-benar yakin setelah kami dikonfirmasi bahwa persediaan bensin di SPBU itu emang sudah habis. Habis sudah!

Namun, beruntung kami masih bisa menemukan bensin tak jauh dari pomitu berada, hanya berjarak beberapa meter saja ada yang jual eceran dengan harga Rp 6.000 per liter! Rugi Rp 1.500 per liter dan rugi waktu antri juga kami…

Setelah mengisi 5 liter saja, kami langsung meluncur menuju tempat lainnya yang perlu kami kunjungi.

Museum yang terletak di Jl. Melati no. 41 A itu rupanya disatukan dengan Kebun Binatang. Museumnya sepi, tidak begitu luas juga, di dalamnya ada berbagai barang-barang meninggalan dari Cina, seperti mangkuk-mangkuk keramik, ada juga berbagai macam bebatuan, dan ada maket-maket yang menggambarkan keberadaan industri timah sejak zaman dulu. Di halaman belakangnya kandang-kandang burung, rusa, dan beberapa akuarium berisi ikan, namun sayang tidak begitu menarik untuk dillihat-lihat. Kebun Binatang Ragunan masih jauh lebih bagus lagi. Selain berbagai kandang binatang, ada juga berbagai macam permainan anak-anak, seperti perosotan, atau jungkat-jungkit. Kami pun kembali mengulang masa kanak-kanak kami.

 

jungkat-jungkit
jungkat-jungkit

Dari gambar di atas terlihat bahwa Andri yang pengen banget main jungkat-jungkit itu, namun karena dia terkenal jahil dan nakal, jadi tidak ada dari kami yang mau menemaninya. *masa kecil andri yang menyedihkan*

Di depan museum
Di depan museum

Tidak lama menghabiskan waktu di museum itu, kami menuju Jl. Sriwijaya no. 27 untuk mencicipi Mie Belitung yang terkenal dengan nama Mie Fatta.

Karena kami masih merasa kenyang, kami memutuskan untuk makan bersama-smaa saja, kecuali Ricky dan Ndut yang memesan 1 porsi untuk sendiri. Haha… Ditambah es jeruk yang manis dan di dalamnya maish ada biji-biji jeruk perasannya, warnanya juga tidak kuning seperti es jeruk kebanyakan, tapi warnanya agak jernih seperti perasan limun.

Mie Belitung Fatta
Mie Belitung Fatta
Es Jeruk
Es Jeruk

Sekitar jam 11 lewat 15 menit, kami langsung menuju bandara Tanjang Pandang dan kembali menuju Jakarta.

Wooo…. perjalanan yang sangat mengesankan di negeri Laskar Pelangi ini! Ayo berkunjung ke Billiton Island ini!

 

Pengeluaran Hari 4:

Penginapan 3 malam : Rp 105.000

Beli oleh-oleh makanan : Rp 127.000

Beli kaos Belitung : Rp 30.000

Beli Minum (mizone) : Rp 4.000

Patungan beli bensin : Rp 3.000

Karcis Museum : Rp 2.000

Mie Fatta (Rp 9.000) ber tiga : Rp 3.000

Es jeruk : Rp 3.000

Patungan sewa mobil 3 hari : Rp 75.000

Airport Tanjung Pandan Charge : Rp 11.000

Damri Soetta-Bogor : Rp 35.000

Total : Rp 398.000

 

Total Pengeluaran hari 1-4 : Rp 735.300 + tiket pesawat PP : Rp 634.000

Total Wisata Belitung (1-4 Jan 2011) = Rp 1.369.300

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s