Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama

MENULIS adalah suatu hal yang cukup saya gemari, selain menggambar dan berdiskusi (istilah halus untuk “menggosip”). Sebagai mahasiswa tingkat akhir tentu saja kemampuannya dalam menulis menjadi suatu hal yang sangat penting. Namun, entah mengapa rasanya sulit kalau untuk menulis yang satu ini. Kita sebut saja “yang satu ini” dengan panggilan “Mr. S”. I guess you know what it is.

Sudah tiga minggu berlalu sejak pertemuan terakhir dengan dosen pembimbing yang membahas mengenai outline Mr. S ini. Namun hasil yang diharapkan tidak dapat saya capai dengan singkat. Dua hari saya butuhkan untuk menyelesaikan bagian pertama dari Mr. S. Selebihnya saya habiskan dengan nonton acara musik di berbagai stasiun TV yang menyediakannya setiap pagi, menonton film televisi di siang hari, nonton sinetron di malam hari yang sebenernya ceritanya juga gak bagus-bagus amat dan cenderung tidak masuk akal, dilanjutkan dengan pasang modem di laptop lalu bergaul di jejaring sosial sampai drop, mata terkantuk-kantuk, dan begitu seterusnya berulang-ulang. Mr. S pun terbengkalai.

Dan kehidupan tanpa produktifitas seperti di atas pun membuat gue galau, gamang, gundah gulana, dan labil selabil-labilnya, bahkan lebih labil daripada sinetron remaja yang selama ini gue nonton di TV.

Datang ke kampus, mendapat kabar bahwa salah satu kawan gue akan mengajukan sidang Mr. S di bulan ini. Berikutnya note yang dia tulisdi Facebook pun tidak ketinggalan telah membuat gue semakin ketar-ketir. Target gue yang pada awalnya akhir Maret ini akan menyelesaikan Mr. S tentu saja tidak dapat gue capai. Target pun diturunkan, diundur menjadi akhir bulan April. Dan semoga saja dapat tercapai.

Oiya, kembali ke judul dari tulisan ini. Serupa tapi tak sama. Begitulah MENULIS menurut gue.

Saat ini saja ada beberapa icon yang muncul di taskbar. yaitu Winamp, Ms. Word, Adobe Reader, dan Mozilla. Baru saja menulis setengah halaman di Ms. Word yang tentu saja merupakan bagian dari Mr. S, namun kepala sudah pusing dan meminta banyak refreshing. Langsung saja dikasih obat berupa modem dan tombol “Connect” pun dipilih.

Harusnya gue baca file yang sedang terbuka di Adobe Reader, namun gue malah lebih milih untuk baca tumblr yang isinya cerita perjalanan temen gue di Singapura.

Harusnya lagi, gue buka laman Google Translate untuk cari tau arti kata-kata yang tidak gue ngerti yang terdapat di file pdf yang sedang terbuka, tapi pada kenyataannya gue malah minta kegiatan refreshing yang lebih. Menulis. Ya, gue malah menulis tulisan ini di cukuptau gue.

Sungguh, dua hal yang sebenarnya sama-sama berupa kegiatan “menulis”, namun memiliki efek yang sangat berbeda sekali jika dilakukan. Pengorbanan dan tingkat kesulitannya pun berbeda. Tapi target gue di hari ini adalah menyelesaikan bagian kedua dari Mr. S ini. Jadi, I have to do it! I have to pursue it! I don’t want to be a traitor for my own pledge. I have to fulfill my promise. I have to.

 

2 thoughts on “Serupa Tapi Tak Sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s