Yakin, Biaya Kuliah di PTN Mahal?

Yakin, Biaya Kuliah di PTN Mahal?

Untuk beberapa orang mungkin menjawab “iya”. Ketika kita melihat nominal Rupiahnya, mata kita sudah terbelalak dibuatnya. Namun, apakah hal itu mampu mematahkan semangat kita yang sedang berusaha untuk mencerdaskan bangsa, dengan melanjutkan pendidikan formalnya ke  jenjang yang lebih tinggi? Belum tentu.

Tertarik dengan timeline beberapa kawan di twitter yang sedang membahas mengenai tweet akun anonim tentang mahalnya biaya kuliah di PTN, saya pun sebagai bagian dari bidang ini ingin angkat bicara berdasarkan pengalaman pribadi.

Saya berasal dari keluarga sederhana, dibilang serba kekurangan tidak, dibilang serba berkecukupan pun tidak. Untuk makan sehari, kedua orang tua saya yang berprofesi sebagai guru SD di wilayah Bogor, masih mampu untuk menafkahinya. Namun, karena anggota keluarga kami yang tidak sedikit jumlahnya, orang tua saya pun agak kesulitan untuk membiayai pendidikan saya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tahun 2007 lalu, saya diterima di jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia melalui ujian SPMB. Melihat angka yang tertera untuk uang pangkalnya saja, bapak saya sudah ketar-ketir. Tapi, karena orang tua saya menaruh harapan yang besar pada anak-anaknya, apapun rela dilakukan demi anaknya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih baik lagi. Walaupun dengan pinjam dana dari sanak-sodara lainnya.

Beruntungnya saya sebagai mahasiswa UI, ada keringanan biaya pendidikan yang ditawarkan oleh universitas bagi mahasiswa baru yang memenuhi persyaratan. Dari beberapa tahapan seleksi, seperti berkas-berkas pendukung, dan wawancara, setiap mahasiswa yang mengajukan keringanan tersebut dapat memperoleh potongan biaya pendidikan. Bahkan ada yang berhak untuk  tidak membayar uang pangkal sepeser pun. Kalau masih harus menanggung biaya uang pangkal itu, pembayarannya pun dapat dilakukan dengan mencicilnya. Ya, itulah yang saya lakukan. Setiap bulannya selama semester awal, saya mencicil biaya kuliah yang harus saya tanggung (yang nilainya jauh lebih kecil daripada uang pangkal sebelumnya).Untuk tahun 2008, dst. ada program BOP-Berkeadilan yang berupaya untuk menetapkan biaya pendidikan mahasiswa di UI sesuai dengan kemampuan mahasiswa yang bersangkutan (bukan kemauan yaaa).

Masalah uang pangkal sudah teratasi, namun yang namanya kuliah pasti ada biaya persemesternya yang harus ditanggung oleh mahasiswa. Di situlah masalah keuangan kedua muncul.

Beruntungnya saya sebagai mahasiswa PTN, akan begitu banyak tawaran beasiswa dari berbagai institusi, seperti dari perusahaan atau yayasan, atau bahkan dari pemerintah sendiri. Di semester kedua, saya mencoba untuk mengikuti seleksi beasiswa yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation (bukan cuma untuk UI aja, tapi juga PTN pilihan Tanoto Foundation yang lain). Prosesnya memang memakan waktu lama, sekitar 6 bulan untuk beasiswa ini. Ada seleksi berkas, psikotest dan FGD (Focus Group Discussion), dan yang terakhir adalah wawancara langsung dengan pengurus yayasan Tanoto. Alhamdulillah, aplikasi saya diterima. Biaya kuliah setiap semester pun untuk saya, dibayarkan oleh yayasan ini. Jadi, bisa dibilang bahwa saya mendapatkan kuliah gratis di Universitas Indonesia dari semester 3 sampai saya lulus (semester 8), dengan syarat IP setiap semester harus melebihi standar yang ditetapkan oleh pihak Tanoto Foundation.

Tidak hanya biaya kuliah setiap semester yang ditanggung oleh yayasan, saya juga berhak mendapat uang saku setiap bulannya. Bisa dipakai untuk biaya transportasi dari Bogor ke Depok, atau beli buku, atau beli perlengkapan kuliah lainnya seperti tas, sepatu, atau pakaian rapi. Yah, intinya dari uang saku itu, saya harus menggunakannya secara bijaksana, agar niat awal “ingin meringankan beban orang tua” dapat dijalani dengan baik.

Nah, untuk teman-teman yang masih berpikir bahwa kuliah di PTN itu mahal, coba relakan sedikit untuk membuka mata hati kita dengan pikiran yang jernih. Bahwa akan selalu ada jalan keluar dari segala masalah yang ada. Jangan melulu memikirkan setiap masalah itu tanpa berusaha untuk mencari solusinya.

Ada lagi nih, keuntungan kita sebagai mahasiswa (terutama UI). Kita selalu beranggapan bahwa kuliah itu bukan hanya butuh uang untuk bayar uang semesteran, tapi juga untuk buku paketnya. Maka, beruntunglah kalian yang berkuliah dengan fasilitas perpustakaan yang memadai.

Di FEUI sendiri, buku kuliah yang dipakai mayoritas berasal dari penerbit internasional, dengan harga US$, dan kalau kita beli di toko buku asli harganya bisa lebih dari seratus ribu Rupiah. Bahkan ada yang mencapai satu juta Rupiah per bukunya. Buku-buku yang harganya lumayan itu bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah, bisa beli di toko buku deket stasiun. Tapi jelas aja, itu bukan buku asli penerbit. Kalau ada di antara kalian yang sangat anti bajakan (termasuk buku bajakan) dan sangat menjunjung tinggi hak intelektual dari karya orang lain, ada kok pilihan lainnya yang lebih terjangkau, daripada beli buku di stasiun. Itu dia fungsinya PERPUSTAKAAN.

Hampir setiap hari saya pinjam buku di perpustakaan fakultas (sekarang RLC FEUI). Durasi peminjaman untuk buku wajib kuliah memang hanya satu hari, dan bisa diperpanjang perharinya. Kalau telat mengembalikannya, sudah tentu akan ada denda yang harus dibayar. Besarnya Rp 2000 per hari. Karena cukup lumayan dendanya, saya seringkali lebih memilih untuk memperpanjangnya saja, walaupun agak berat karena mesti bawa bukunya ke kampus setiap hari. Yaa, itulah cara saya agar dapat menikmati fasilitas yang disediakan kampus demi kemudahan pendidikan saya di sini.

Beruntungnya lagi, ada akses ke jurnal online internasional yang bisa kita manfaatkan secara gratis. Jadi, misalnya ada penelitian dan butuh referensi jurnal, tinggal login dengan akun UI yang saya miliki, lalu masuk ke jurnal online internasional, dan mengunduh sepuasnya. Begitu pun dengan sumber data, UI sudah berlangganan Datastream. Dan tentu saja data-data keuangan ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa Ekonomi untuk melakukan penelitiannya, apalagi sebagai mahasiswa tingkat akhir macam saya ini, yang butuh data untuk skripsi.

Dan masih banyak fasilitas lainnya yang bisa dinikmati oleh mahasiswa dalam proses belajarnya di Universitas. Tidak hanya di UI, tapi juga di PTN lainnya (dan saya yakin itu). Karena, bangsa mana sih di dunia ini yang pengen bangsanya itu gak punya masa depan gemilang? Pasti semua bangsa di dunia ini pengen menunjukkan bahwa bangsanya adalah bangsa yang hebat, dan hal itu dilakukan dengan cara membuka peluang untuk warganya memperoleh pendidikan yang baik agar mampu bersaing dengan bangsa lainnya.

Sekali lagi, jangan pernah takut untuk punya cita-cita tinggi bisa kuliah di PTN. Belajar yang giat, dan disiplin. Di mana ada niat, di situ ada jalan, bukan? Jadi, kalau mau dapat beasiswa, jangan malas menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Kalau malas nyiapin berkas-berkas persyaratannya, yaa harus rela dan ikhlas menerima biaya yang harus ditanggung. There’s no such a free lunch, semua butuh usaha dan perjuangan untuk mendapatkan.

Semangat berjuang mencerdaskan bangsa!

5 thoughts on “Yakin, Biaya Kuliah di PTN Mahal?

  1. Saya belajar dari pengalaman anda🙂
    pengalaman anda memotifasi saya, karena saya pernah down soal masuk ke PTN yg biayanya super duper mencekik😀
    Semoga saya bisa mengikuti jejak anda di FE UI dept manajemen. amiinnn🙂
    terimakasih kak ira destiana🙂

    1. Sama-sama Ifa..
      Saya juga sedang proses belajar sekarang, setelah lulus dari FE UI ini.
      Kamu udah kuliah juga? di Manajemen UI juga?
      Semangat yaaa!!
      terus berjuang di kampus perjuangan! :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s