Random #2

Random #2

Sedih juga kalau gue liat facebook, sekalinya masuk di halaman “home” langsung tersaji kondisi teman-teman sekarang. Ada yang foto di tempat kerjanya, ada juga yang foto di tempat wisata menikmati plesirannya, ada juga yang ganti status relationship, ganti info kerjanya sekarang di mana, ada juga yang rajin sekali membuat tulisan penuh informasi di blognya yang kemudian disebarkan melalui facebook, dan begitu banyak status update yang membuat saya merasa sedikit tersudutkan. Merasa terbelakang. Merasa tertinggal.

Kalau gue ambil perumpamaan yang dibuat sahabat gue beberapa bulan yang lalu, dia bilang kami itu kalau dianalogikan dengan negara ASEAN, gue ini ibarat Singapura dengan kemajuannya yang sangat pesat, sahabat gue yang satu lagi ibarat Thailand yang juga berkembang dengan perlahan, sahabat gue yang lain ibarat Malaysia yang kemajuannya pasti, dan sahabat gue yang bikin perumpamaan ini ibarat Indonesia, masih berkembang lambat dan cenderung gak maju-maju. Dulu gue cuma bisa ketawa aja denger perumpamaan macam ini, sekarang gue bener-bener tertawa untuk diri gue sendiri yang kalau diibaratkan sebuah negara, gue ini adalah Yunani yang siap-siap bangkrut kalau gak segera di-bail out.

Ya, gue masih saja mengeluh dengan keadaan gue sekarang. Hidup tanpa “occupation”. Hari-hari gue selama sebulan terakhir ini hanya di rumah, pernah beberapa hari disibukkan dengan mengikuti beberapa tes rekrutmen kerja di beberapa tempat, mulai dari perusahaan di industri perbankan atau leasing, industri transportasi kapal untuk batubara, sampai perusahaan di industri hilir mminyak dan gas, namun belum ada hasil yang pasti dari semua itu.

Jadi, selama gue di rumah, gue hampir 12 jam menghabiskan waktu gue di depan layar kaca. Mulai dari nonton berita olahraga jam 6 pagi, berita selebritis, acara musik pagi, acara jalan-jalan yang selalu bikin ngiler, FTV, drama Korea, kartun, atau acara lawakan gak jelas malem-malem yang cuma bisa bikin gue ketawa di bibir, tapi menangis di lubuk hati gara-gara “mereka yang menciptakan lawakan begini aja punya occupation yang menggiyurkan” setidaknya dibandingkan gue. Untungnya gue masih nyempetin dapet informasi terkini dari berita siang, walaupun hanya 30 menit saja.

Bahkan menonton TV pun tetap tidak bisa mengusir pikiran gue akan “being unemployment”.

Okey, gue mau jujur yang bener-bener bikin dada gue sesak adalah:
Gue lulus dari Fakultas Ekonomi terbaik di Indonesia, ditambah dengan predikat “sangat memuaskan” pada IPK yang gue peroleh, orang tua gue sangat berharap banyak dari diri tak berdaya ini. Namun, setelah gue lulus apa yang bisa gue perbuat? Well, mungkin belum aja. Mungkin gue emang belum mampu menunjukkan potensi yang gue punya pada para employers. Mungkin gue kurang usaha juga, kurang berdoa, atau bahkan kurang berserah. Atau bahkan, emang guenya aja yang kurang bersyukur.

Maaf ya, gue emang galau banget. Bener apa kata salah satu sahabat gue, walaupun dari luar gue keliatan ceria terus, kuat, tegar menghadapi apapun, namun di dalam diri ini gue tetep perempuan yang cengeng.

Random banget sih tulisan gue ini. Cuma pengen sedikit mencurahkan apa yang tidak dapat tersampaikan secara lisan aja, sih sebenernya. Oiya, jadi kalau ada yang bilang “sirik tanda tak mampu”, itu benar adanya!

2 thoughts on “Random #2

  1. “walaupun dari luar gue keliatan ceria terus, kuat, tegar menghadapi apapun, namun di dalam diri ini gue tetep perempuan yang cengeng.”

    Hihihi, kayanyas gua pernah denger kalimat ini? ^^
    Semangaaat yaa ir🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s