Merapi dan Dante’s Peak

Merapi dan Dante’s Peak

Akhir September lalu saya pergi mengunjungi Yogyakarta, dan menyempatkan diri untuk melihat kondisi sekitar Gunung Merapi pasca letusannya yang dahsyat pada 26 Oktober 2010 lalu. Sudah hampir satu tahun sejak letusan, kondisi alam sekitar Merapi masih dipenuhi dengan debu. Perkampungan di sekitarnya sudah luluh lantak oleh serangan awan panasnya yang bersuhu 600-1,100 derajat celsius dan meluncur dengan kecepatan 300 Km/jam.

Pepohonan yang Tumbang
Jalan Menuju Gunung Merapi
Sekitar Merapi
Sekitaran Merapi
Kendaraan yang Terbakar Letusan
Tempat Mbah Marijan Wafat

Nah, sebulan yang lalu itu saya hanya bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi saat itu, saat letusan itu terjadi, saat awan panas atau wedhus gembel itu meluncur dengan cepatnya, saat lava keluar dan meletup-meletup luar biasa. Dan tadi malam, saya baru saja mendapatkan sedikit gambaran keadaan pada saat itu dengan menyaksikan Dante’s Peak.

Film yang diproduksi tahun 1997 dan dibintangi oleh Pierce Brosnan ini menceritakan tentang letusan sebuah gunung di Amerika Serikat. Ternyata tanda-tanda sebuah gunung akan meletus adalah semakin tingginya tingkat keasaman air di sekitar gunung tersebut, serta terjadinya gempa dengan frekuensi yang cukup sering terjadi dengan skala Richter di atas 2. Dan saat gunung itu murka, sulfurdioksida akan meningkat dan mencemari air, tingkat keasaman yang semakin tinggi bahkan mampu meleburkan besi.

Super menyeramkan sekali letusan sebuah gunung yang aktif itu. Agak takut juga kalau bencana tersebut terjadi lagi, terutama di sekitar tempat tinggal saya di Bogor, berhubung Gunung Salak yang masih aktif hingga kini. Namun, bagaimana pun kita tidak akan bisa mencegah letusan gunung berapi. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan sosialisasi tanggap bencana secara menyeluruh, melakukan evakuasi dengan segera, dan meningkatkan kemampuan kita dalam penanggulangan bencana ini. Dan yang lebih penting lagi adalah memotivasi diri kita untuk memulihkan kondisi yang ada agar kita bisa tetap bertahan dan bermanfaat.

Satu hal yang menarik dari kunjungan saya ke Merapi saat itu adalah adanya gerakan menghijaukan kembali Merapi. Beberapa pohon sudah ditanam untuk kembali menghidupkan suasana yang indah dan bersahabat di Merapi. Walaupun tanah di sana berpasir, namun tanaman itu tetap dapat tumbuh dengan hijaunya. Jangan patah arang! Ayo, hijaukan kembali alam kita!

Hijaukan Kembali Merapi Kita

Sumber:
http://nasional.vivanews.com/news/read/185162-di-hanoi–presiden-rapat-bahas-bencana
http://regional.kompas.com/read/2010/10/29/09084687/BERITA.FOTO.Merapi.Meletus.Jumat.Pagi

One thought on “Merapi dan Dante’s Peak

  1. Lah, bukannya kalau abis letusan tanah emang lebih subur ya? Gw rasa sih bukan gerakan penghijauan, lebih tepatnya emang alam yang menumbuhkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s