Random #3

Random #3

Maaf, saya sedang stress! Jadi, bawaannya pengen ceritaaaa terus. Hhahaha! Berhubung para sahabat saya sudah banyak yang memiliki kesibukan, kalau curhat di twitter gak akan muat 140 karakter aja, kalau curhat di facebook, waduhhh terlalu labil kesannya, kalau di tumblr, takut ngerusakin dashboard yang follow, haha… Jadi, cukuptau.wordpress.com inilah tempat bercerita paling damai untuk gue.

Kemarin gue nonton drama Korea di TV, yang judulnya Queen of Reversals, gue gak begitu ngikutin banget drama ini, tapi ada satu scene yang kemarin gue tonton, simple tapi menyentuh hati gue juga. Diperlihatkan ada seorang perempuan yang sedih dan merasa bahwa dia adalah orang yang paling tidak bahagia di dunia ini. Dan ada seseorang (laki-laki pula) yang datang dan bilang bahwa siapa yang lebih tidak bahagia berhak menikmati coklat yang ada di tangannya. Perempuan itu pun mulai bercerita mengenai ketidakbahagiaannya, si laki-laki tidak memberi tanggapan tapi justru malah bercerita tentang ketidakbahagiaannya. Singkat. Kemudian perempuan itu pun bercerita lagi tentang hal yang tidak membahagiakan darinya, tanpa menanggapi cerita dari si laki-laki. Lalu, laki-laki itu kembali bercerita tentang ketidakbahagiaannya yang lain. Tanpa menunggu cerita si perempuan, laki-laki itu langsung memutuskan bahwa dia adalah orang yang lebih tidak bahagia dibandingkan si perempuan, kemudian dia segera membuka bungkus coklatnya, dan memakannya sampai habis.

Perempuan itu bingung, karena dia masih bersikeras bahwa dialah orang yang lebih tidak bahagia dan ingin menikmati coklat itu juga. Si laki-laki kemudian mengeluarkan kotak coklat yang lain dari sakunya, dan memberikannya pada si perempuan. Perempuan itu berubah menjadi senang dan bilang kalau ternyata di dunia ini ada juga orang yang sama tidak bahagianya dengan dirinya.

Gue gak berpendapat bahwa mereka lebih gak bahagia dari gue atau gimana, tapi gue melihat cara sederhana seseorang untuk membahagiakan orang lain yang merasa tidak bahagia. Dengan berbagi cerita, tanpa paksaan, cukup berbagi cerita, merasa cukup dengan hanya didengarkan tanpa menuntut adanya solusi dari masalah itu, seseorang sudah merasa terkurangi bebannya walau sedikit saja.

Demikian juga dengan apa yang gue lakukan sekarang, merasa dengan bercerita pada cukuptau ini, sekadar hanya untuk mencurahkan keluh-kesah dan sejuta perasaan yang lain, hal ini dapat memberikan sedikit udara untuk bertahan hidup dengan merasa sedikit senang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s