Kopi

Kopi

Saya bukanlah pecinta kopi. Karena setiap meneguk cairan hitam itu, saya merasa sakit kepala. Namun, entah mengapa, ada suatu kegiatan yang menarik perhatian saya selama beberapa hari terakhir ini di kantor. Kegiatan yang sudah keempat kali saya lakukan: menyeduh kopi.

Biasanya jam 9 pagi atau jam 2 siang, saya mulai didera rasa kantuk yang teramat parah. Akhirnya, saya pun memberanikan diri untuk meracik kopi untuk saya nikmati sendiri, dengan harapan agar rasa kantuk ini segera ditelan bumi.

Kali pertama saya mencampur satu sendok kopi yang sangat halus, saya seduh dengan air panas, lalu saya campurkan dengan susu kental manis. Ampas kopi itu masih ada, dan sedikit mengganggu lidah saya. 

Kali kedua saya menyeduh jenis kopi yang lain, kopi yang lebih kasar, butiran-butirannya lebih besar. Kemudian saya campurkan dengan krimer dan susu kental manis. Hasilnya lebih baik, kopi ini tidak menyisakan ampas. Namun, takaran susu kental manisnya terlalu berlebihan, terlalu manis untuk lidah saya.

Kali ketiga saya menyeduh satu sendok teh jenis kopi yang tanpa ampas itu lagi, kali ini tanpa krimer, dan takaran susu kental manisnya tidak terlalu banyak seperti waktu itu, hasilnya manis terlalu manis rupanya.

Kali keempat saya mulai berani menyeduh 2 sendok teh kopi yang sama. Tanpa krimer, dan tentu saja tanpa gula, hanya ditambahkan dengan susu kental manis yang tidak terlalu banyak. Warna kopi susu itu coklat, lebih coklat dari yang sebelumnya, rasa manisnya tidak dominan, rasa pahit kopinya masih terasa. Menurut saya ini sudah cukup. Tapi kemudian kepala saya kembali sakit. Efek kafein di cangkir kopi tersebut rupanya masih lebih kuat dari pada efek penetralisir dari susu.

Saya belum puas.

Saya akan terus berusaha untuk menemukan racikan kopi yang pas untuk saya nikmati, yang dapat mengusir rasa kantuk saya di tengah banyaknya angka-angka memusingkan yang harus saya hadapi di kantor, secangkir kopi yang dapat membuat saya tetap terjaga tanpa menyakiti kepala saya. 

Dan sepertinya saya mulai menikmati si hitam ajaib ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s