Selalu Ada Alasan untuk Bersedih

Selalu Ada Alasan untuk Bersedih

Kemarin adalah hari Senin seperti layaknya hari Senin yang lain. Pikiran terusik dengan tugas rutin hari Senin yang harus dipersiapkan dengan baik dan sebelum jam 1 siang sudah harus selesai. Tapi entah kenapa, sepertinya kesedihan gue kemarin itu bukan disebabkan oleh tugas rutin itu.

Sampai di kantor, gue buka tas dan melihat permen coklat dan yupi yang seharusnya gue kasih ke adek gue di rumah kemarinnya. Tapi gue malah lupa dengan permen-permen itu. Satu hal itu membuat gue amat sangat kangen rumah. Padahal baru Sabtu-Minggu gue di rumah. Tapi kangennya luar biasa. Mungkin ini adalah alasan utama kenapa gue gak semangat banget kemarin di kantor.

Kemarin juga, setiap gue berdoa, gue mulai berkaca-kaca. Ingat mama, ingat bapak, ingat kakak, dan adik-adik di rumah. Gue gak pernah ngerasa sebegini kangennya sama orang rumah.

Terlebih kalau ingat-ingat target gue selama bulan Ramadhan ini, rasa-rasanya patutlah gue bersedih hati. Merasa berdosa atas segala yang udah gue perbuat.

Oh, damn.. Gue mulai berkaca-kaca lagi nih! Anak cengeng…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s