Group Chat: Wacana atau Konkrit?

Group Chat: Wacana atau Konkrit?

Jaman teknologi canggih sekarang ini, saya yakin 100% banyak dari kita yang bergabung dalam group chatting, baik di blackberry messenger, whatsapp, line, dan lain sebagainya. Dan bisa jadi, jumlahnya itu lebih dari satu. Kebanyakan group itu dibuat untuk mempermudah komunikasi antara sesama anggotanya, meningkatkan kualitas komunikasi dan menghilangkan pengaruh jarak fisik antara para anggotanya.

Nah, sekarang saya pengen sedikit membocorkan group-group chatting yang selama ini saya tergabung didalamnya. (akan dideskripsikan secara umum)

1. Group alumni: bisa alumni sekolah atau kampus yang tergabung dalam satu organisasi atau ekstrakurikular yang sama

2. Group kantor: yang setiap hari kerja masih sering ketemu

3. Group arisan: yang berhubungan dengan investasi di masa depan

4. Group se-hobi: ikatan teman-teman yang tergabung karena memiliki hobi yang sama, misalnya hobi jalan-jalan, hobi olahraga, atau hobi baca buku, atau hobi update kabar terbaru seputar dunia kita sehari-hari

Saya yakin, disetiap group chatting tersebut pasti sering bikin rencana kopi darat entah itu untuk alasan jenguk teman yang sakit, janjian datang ke nikahan teman, atau rencana jalan-jalan ke suatu tempat tertentu dan melakukan projek tertentu.

Nah, di ruang chatting itu, hampir semua dari anggota grup yang menunjukkan semangatnya untuk menjadikan rencana itu nyata. Namun, apa yang kemudian seringkali terjadi? Wupps, “Sorry yaa, ternyata gue ada janji lain!” Yaa, dikiranya rencana yang udah dibahas di group chatting itu bukan janji, apaa?? -__- Atau ada juga alesan lain, karena “Macet, nih.. mager deh! Pengennya di rumah aja.” tapi kemudian di group chat bilang “Kangen deh, udah lama gak ketemu!” Aduhhh, ke laut aja deh lu! -__- Atau dengan alasan yang sama, kemudian dia bilang “Padahal pengen banget ketemu kalian!” Well, kalau kamu lapar dan pengen banget makan, apa yang kamu harus lakukan? Ya, makan, gak ada tuh alesan males gerak! -__-

Group chatting yang macam cuma wacana dan rencana begini-begini ini nih, yang bikin waktu kita yang berharga jadi terbuang percuma untuk sekadar membahas pepesan kosong belaka. Gak ada yang konkrit. Semua cuma wacana.

Yang terkadang jadi ironi adalah, seringkali banyak dari kita yang menghujat pemerintah, memaki PT KAI, mengutuki para Menteri dan jajarannya, atau bahkan membenci negara karena katanya “gak becus ngurus Indonesia”, omong doang, suka berjanji tanpa pernah ada bukti sudah ditepati, sering rapat tapi gak ada hasil, rakyat terlantar, dan lain-lain, dan lain-lain. Dan yaa, sebagian dari kita yang seperti itu adalah juga orang-orang yang seringkali berwacana, tidak ada wujud nyata eksekusi dari rencana-rencana yang sudah dibahas panjang lebar oleh mereka. Padahal, rencana-rencana itu adalah rencana kecil yang engga butuh dukungan dari pihak kepolisian, pihak sekolah, dinas tenaga kerja, atau pacar kamu di rumah.

Beruntungnya saya, masih ada group chatting di ponsel saya yang benar-benar memberikan aksi nyata dari setiap rencana yang sudah dibahas di ruang chatting. Rencana jalan-jalan ke kota A, kota B, rencana olahraga badminton bareng, rencana buka puasa bersama, rencana arisan tiga bulanan, dan berbagai rencana lainnya. We make it true. We make it happen. And I will never, ever, ever, leave this kind of group chat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s