Dia Terlalu Baik

Dia Terlalu Baik

Pernah denger alasan pasangan yang putus hubungan gara-gara salah satunya terlalu baik? Gue yakin banget, lu pasti pikir bahwa alasan itu mengada-ada dan sebenernya ada alasan lainnya yang lebih asli daripada itu. Ya, gue pun berpikir demikian, sebelumnya.

Kini gue mulai berpikir bahwa alasan itu bisa jadi benar adanya. Lah , kenapa?

Misal si A dan si B menjalin hubungan. Si A beraikap terlalu baik pada si B. Segala sesuatu yang akan dilakukan berdua, si A lakukan untuk kebaikan si B. Semua yang diutamakannya adalah si B. 

Namun, terkadang hal ini menjadi bumerang untuk si A. Karena si B jadi merasa bahwa dia yang terlalu mendominasi hubungan dan menjadi terlihat egois. Dan si A jadi kelihatan gak tegas dan gak punya sikap untuk menilai dirinya sendiri pantas untuk diutamakan.

Well, ternyata gue sulit banget untuk menjelaskannya di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s