Kajian Muslimah Ramadhan (1) – Keutamaan Ilmu Bagi Muslimah

Kajian Muslimah Ramadhan (1) – Keutamaan Ilmu Bagi Muslimah

Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas.

Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata-kata di atas. Ya, kutipan dari pekerja seni Indonesia yang sudah meraih gelar Master dari UI, Dian Sastrowardoyo ini memang sempat ramai di media sosial.

Baru saja saya menghadiri kajian muslimah di kantor, dengan narasumber Ustadzah Dia Hidayati Usman dengan tema “Keutamaan Ilmu bagi Muslimah”.

Sebagai wanita muslim, apalagi yang mengharapkan mempunyai anak, pasti akan memberikan segala yang terbaik untuk sang buah hati. Termasuk dalam hal pendidikan. Dan pendidikan yang paling dasar untuk anak adalah yang berasal dari orang tuanya. Bukan hanya pendidikan akademisnya, seperti matematika, bahasa, seni, tapi juga pendidikan agama, hubungan dengan Sang Pencipta dan hubungan dengan sesama manusia.

Pentingnya pendidikan bagi anak, membuat orang tua harus mempunyai ilmu yang cukup untuk mendidik atau mengajarkannya. Kalau kita tidak berilmu, lalu akan menjadi apa anak-anak kita nanti?

Ustadzah bercerita, setiap kali suaminya solat subuh ke masjid, si anak laki-lakinya yang berusia 3 tahun selalu diajak. Hal ini dilakukan supaya si anak terbiasa dengan aktivitas sejak subuh. Ketika si anak berusia 4 tahun, dia sudah harus bisa bangun dan solat berjamaah di masjid. Sehingga ketika datang bulan Ramadhan, dia dibangunkan untuk sahur sudah terbiasa dan tidak akan sulit dibangunkan.

Sejak anak usia kecil itu, mereka sudah ditanami ilmu tentang mengapa kita harus bangun subuh, mengapa harus solat, terlebih yang penting lagi mereka sudah ditanamkan ilmu tauhid, ilmu mengenai Allah SWT. Setiap menjelang tidur, bukan dongeng tentang putri salju yang dibacakan, melainkan cerita tentang tokoh-tokoh Islam, kisah-kisah yang terdapat di Al-Quran. Dan tokoh-tokoh itu lah yang kemudian akan menjadi idola anak-anak kelak. Bahkan diceritakan mengenai akhirat, awalnya anak-anak akan merasa takut mendengarnya, namun kita harus bisa menjelaskan bahwa tidak perlu takut, kita tidak boleh berbohong pada orang tua, pada orang lain, harus baik kepada sesama, sehingga ada pesan yang kita tanamkan.

Kita harus bisa menanamkan adab bertingkah laku pada anak-anak, apabila sedang di masjid harus bagaimana, di sekolah harus bagaimana. Semua ilmu itu, pasti diajarkan oleh orang tua, khususnya ibu.

Sejak kecil anak-anak diajarkan untuk hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang halal. Karena sesuatu yang haram jika masuk dalam tubuh kita, maka doa kita akan ditolak oleh Allah. Semua amalan kita akan ditolak oleh Allah.

Kita harus bisa menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah. Karena doa anak yang shaleh-shalehah akan menjadi amalan kita, bahkan hingga kita berada di alam kubur nanti.

Semangat menuntut ilmu, semangat menjadi ibu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s