Romantisme itu Relatif

Romantisme itu Relatif

Dua pekan tanpa suami memang cukup menyedihkan. Apalagi kalau ada hari libur yang seharusnya bisa dimanfaatkan berdua. Di tengah kerinduan yang mendalam terhadap suami, gue pun disuguhi pemandangan yang menguji batin: buka Path, ada temen yang baru dilamar sama pacarnya dengan dekorasi ruangan temaram dengan puluhan lilin yang menyala. I recalled my memory then, when he talked about marriage. Hmmm.. No candle light dinner. No bouquet. No ring. No no no..

Saat liburan tiba, gue pergi ke Bandung dengan 3 teman kantor yang masih single. Salah 2 di antaranya diindikasikan saling menyukai. Mereka bercanda sepanjang perjalanan. Main cubit-cubit manja, main pukul-pukul manja, main senyum-senyum manja. Semua itu jelas saja membuat gue semakin kangen sama suami ditambah kondisi tubuh yang sedang kurang sehat, semakin memperburuk keadaan.

Sehari usai liburan, gue pun menangis sejadi-jadinya waktu menerima telepon dari suami. Ya, gue emang cengeng. Pake banget. Entah kenapa, gue jadi melow tingkat ‘Sadness’ di film Inside Out. Tangisan gue makin kejer waktu suami bilang kalau kemungkinan kepulangannya ditunda pekan depan. FINE!

Alhamdulillah, dia pulang tepat waktu. Gue pun senang. Kemudian gue bilang, “Aku mau dansa sama kamu!” Dengan muka heran, dia jawab, “Kamu aneh-aneh aja.”

Well, sampe sekarang pun kami belum dansa. Gue bertekad untuk bisa mewujudkannya weekend ini. Pokoknya, harus dansa berdua!

Akhir-akhir ini di JCC sedang banyak pameran. Melangkahlah kaki kami ke sana. Malam itu pelataran JCC harum semerbak. Bunga-bunga cantik yang menempel di banyak papan ucapan sangat menarik indera penciuman saya. Tangan ini pun mendekati bunga-bunga tersebut. Mencabut dari medianya, setiap kuntum yang cantik gue genggam di tangan. Suami tetap jalan mendampingi gue dengan segala tingkah jemari ini di antara bunga-bunga.

Akhirnya segenggam aneka bunga sudah berkumpul di hadapan. Memang bukan pemberian suami secara langsung. Namun kesediaannya menemani istri yang tidak tahu malu ini, patut dinilai romantis di mata gue.

I love you, suamiku.
Thanks for being here with me in every single smart and stupid things I do.

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s